Giordani Gold Eyeshadow Quad – Divine Brown Review 

Giordani Gold Eyeshadow Quad, available in Divine Brown, Smokey Grey and Radiant Plum, each consist 4 shades, perfect combination of both shimmer and matte shades

Because i love earthy tone so i have Divine Brown for me, this is gorgeous brown eyeshadow yang praktis dan bisa dipake sehari-hari. Pigmentasi warnanya bagus banget, ga perlu primer pun warnanya udah keluar (though kalo pake primer bakal pebih bagus ya ofcourse) anyway it looks great walo cuma diulas sedikit aja. 

Indoor swatch :

Outdoor swatch :

Teksturnya soft, smooth dan ga fallout saat dipake, ah sukak deh! Staying powernya juga ok, aku pernah pake seharian (eyeshadow + primer) from 10am – 10pm, warnanya masi stay cantik! 

Dari segi packagingnya aku suka banget, i love the black case, sangat travel friendly di make up pouch. Di dalamnya udah ada sponge dan kaca yang cukup oke kalo mau touch up. 

Pallette ini cocok for any occasion, untuk pemakaian for day or night. Pokoknya menurutku ini eyeshadow palette must have, either for begginer or not. 

To complete the look, dont forget to use eyeliner and mascara to pop your eyes, i recommend eyeliner stylo and the one 5 in 1 waterproof mascara from Oriflame. 

Book Review : Simple Thinking About Blood Type 2 – Park Dong Sun

Setelah kemarin selesai membaca buku pertamanya (baca reviewnya disini), saya langsung mengambil buku Simple Thinking About Blood Type 2 ini dari rak. Berhubung hari ini mati listrik dari pagi dan bayangpun sampe malem gini masi aja #earthhour, baca buku ini jadi ga banyak gangguan dan selesai hanya dalam 2 jam saja. Yey!

image

Judul : Simple Thinking About Blood Type 2
Penulis : Park Dong Sun
Penerjemah : Silvanissa NA
Penerbit Haru
Cetakan ke6, Desember 2014
Tebal 294 hal

Sama seperti buku pertamanya, Simple Thinking About Book Type 2 karangan Park Dong Sun ini termasuk dalam jenis bacaan ringan berbentuk komik yang sangat menghibur. Masih dengan tema utama membahas karakteristik dan sifat tiap golongan darah, buku ini tetap menarik untuk disimak.

Dibandingkan buku pertamanya, saya lebih menikmati membaca buku kedua seri golongan darah ini. Menurut saya ceritanya lebih padat dan ada keterkaitan antara tiap cerita, bahkan diceritakan karakteristik masing-masing golongan darah dari taman kanak-kanak sampai bekerja. Cerita mengenai golongan darah saat kanak-kanak membuat saya membandingkan sifat golongan darah anak saya. Hihi

Ada juga cerita interaksi laki-laki bergolongan darah A (ayah penulis) dan perempuan bergolongan darah B (ibu penulis), which is sama banget dengan golongan darah aku dan suamiku, cuma keadaannya dibalik saja, aku A dan suamiku bergolongan darah B. Ceritanya mirip banget dengan kehidupan sehari-hariku, bikin senyum-senyum sendiri. Kebanyakan si A memang harus banyak ngalah dengan karakteristik B. They’re so intimidating! Hahah 😀

image

Buku ini menyenangkan untuk dibaca karena terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sebagai pembacanya, bisa langsung membandingkan dengan diri sendiri dan orang disekitar. Rasanya saya lebih khusuk membaca ketika dibagian golongan darah A, dimana A digambarkan sebagai golongan darah yang lembut, pemendam perasaan, tepat waktu, taat aturan, dan tipe perencana. Saya jadi ngakak baca sub bagian berjudul Persiapan Kerja keluar Kota, isi kopernya banyaaaak banget seakan mau bawa seluruh isi lemari. Well it’s true, indeed *sigh. Walaupun hanya pergi 2 hari, isi koperku udah penuh banget ky mau berpergian seminggu lebih, saya cuma ga bisa ketinggalan bahkan satu hal pun. Hahaha. Mungkin faktor itu juga yang bikin saya gak nyaman berpergian atau jauh dari rumah, udah kebayang ribetnya! -_-

Tapi gak semua bagian cerita menggambarkan secara tepat mengenai sifat tiap-tiap golongan darah, soalnya dibeberapa bagian ada sifat A yang menurut saya ‘gak saya banget’, malah saya ngerasa lebih mirip sifat AB. Hmm seperti yang dituliskan penulisnya dalam biografinya dia sendiri adalah golongan darah O yang kompleks dimana sifat dia adalah mix dari golongan darah orang-orang disekitarnya (khususnya keluarga), atau dengan kata lain kepribadian dan karakteristik seseorang dapat terbentuk tidak hanya dari gen atau golongan darah semata tapi juga bisa didapat dari lingkungan dan orang terdekat.

Oh ya, kalo kamu penasaran gimana isi buku Simple Thinking About Blood Type ini, kamu bisa intip di situs aslinya yang berbahasa Korea disini atau search aja di forum Kaskus. Lucu dan menghibur!

Reading challenge : A Book can finish in a day, checked.

Book Review : Simple Thinking About Blood Type – Park Dong Sun

Sering merhatiin gak kalo di manga-manga Jepang, dibiodata profile tokoh-tokohnya pasti mencantumkan keterangan golongan darah. Contohnya, saya tahu golongan darah Sakura Kinomoto dari Cardcaptor Sakura adalah bergolongan darah A, sementara Usagi Tsukino dari Sailor Moon bergolongan darah O. Konon, orang Jepang percaya bahwa golongan darah dapat menentukan karakter seseorang. Jadi para pengarang manga dapat menentukan sifat dan kepribadian dari tokoh manga-manga yang mereka ciptakan. Bahkan orang Jepang juga percaya, golongan darah tidak hanya menentukan sifat dan kepribadian, golongan darah juga berpengaruh besar terhadap hubungan antar sesama, pekerjaan sampai percintaan.

Hmm mirip-mirip ramalan zodiak dong? Bedanya dengan zodiak, kepercayaan menurut golongan darah yang menentukan karakter dan kehidupan seseorang tampaknya lebih realistis ya.

Buku Simple Thinking About Blood Type karangan Park Dong Sun ini mengulas tentang perbedaan karakter pada golongan darah A, B, O dan AB. Buku ini dikemas dalam bentuk komik berwarna yang lucu, sehingga membacanya sangat mengasikkan dan gak ngebosenin ky buku pelajaran, hhe.

Dibagi menjadi empat bagian :
Bagian 1 Mengetahui sifat seseorang melalui golongan darah;
Bagian 2 Hubungan sosial antargolongan darah;
Bagian 3 Cerita seru golongan darah;
dan Bagian 4 Diary bergambar si Cowok Gila.

image

Judul : Simple Thinking About Blood Type
Penulis : Park Dong Sun
Penerjemah : Achie Linda
Penerbit Haru
Cetakan ke12, Januari 2015
Tebal 258 halaman

Dari empat bagian utama dalam buku tersebut dibagi lagi menjadi beberapa sub bagian yang lebih spesifik dengan latar kejadian sehari-hari dan setting yang berbeda-beda. Misalnya pada sub bagian berjudul Janji Jam Tiga Sore, diceritakan bahwa golongan darah yang paling tepat waktu adalah golongan darah A dan AB, golongan darah O datang terburu-buru karena telat dan… golongan B malah masih aja santai dirumah. Fiuhhh, ini deh yang ngejelasin entah dari jaman kapan kalau janjian pasti saya selalu datang pertama. Golongan darah saya A, bytheway. 🙂

image

Dan banyak ulasan cerita dalam buku Simple Thinking About Blood Type yang kerasa ‘ih pas banget sih’ Saya sangat suka ulasan-ulasan sederhana karakteristik tiap golongan darah dalam satu situasi yang sama, kocak banget. Yang pasti sih buku ini bisa jadi bahan perbandingan atau sekedar bantuan dalam memahami sifat diri sendiri maupun orang lain.

Yang kurang saya suka dari buku ini hanyalah bagian terakhir buku, Diary bergambar si Cowok Gila, yang sepertinya adalah cerita mengenai sosok pengarang buku ini. Bagian ini berisi entri harian si cowok gila yang sayangnya tiap entri tidak saling berhubungan, jadi agak gak nyambung. Sedikit mengganggu deh. Huhuhu.

image

Reading challenge : A book was originally written in different language. (In this case, Korean language), checked.

Book Review : Catching Fire – Suzanne Collins

Keberanian Katniss yang mengancam bunuh diri bersama Peeta dengan menggunakan berry nightlock diarena, menyebabkan mereka berdua keluar menjadi pemenang pada the Hunger Games ke 74. Sebenarnya tindakan itu merupakan pembuktian Katniss dan Peeta bahwa mereka bukanlah hanya sekedar pion permainan Hunger Games dan Capitol, tapi ternyata tindakan tersebut diterima secara tersirat oleh masyarakat sebagai simbol dan membangkitkan semangat pemberontakan dibeberapa distrik.

Tahun ini adalah perayaan the Hunger Games yang ke 75 atau disebut dengan Quarter Quell, permainan the Hunger Games yang dibuat berbeda dan dirayakan setiap 25 tahun sekali. Setiap Quarter Quell memiliki peraturan yang berbeda-beda dan tanpa diduga Quarter Quell yang ketiga tahun ini mengharuskan tiap distrik mengirim 2 orang para pemenang the Hunger Games yang masih hidup untuk bertarung kembali.

“Pada perayaan yang ketujuh puluh lima, sebagai pengingat para pemberontak bahwa bahkan yang terkuat pun takkan bisa mengalahkan kekuatan Capitol, para peserta lelaki dan perempuan akan dipilih dari nama-nama pemenang yang masih hidup” (hal. 194)

Katniss tahu Peeta akan turun ke arena untuk menemani dan melindungi Katniss sebagai satu-satunya pemenang perempuan dari distrik 12. Tapi kali ini Katniss bertekad untuk melindungi Peeta dan membuatnya tetap hidup, walaupun harus mengorbankan nyawanya sendiri. Apalagi peserta Quartel Quell ketiga ini tidak bisa dianggap remeh karena mereka semua adalah pemenang dan sangat lihai membunuh. Haymitch hanya berpesan kepada Katniss agar dia tahu siapa sebenarnya musuhnya.

image

Judul : Catching Fire – Tersulut
Penulis : Suzanne Collins
Alih bahasa : Hetih Rusli
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke 14, Januari 2014
Tebal 420 hal

Buku kedua dari trilogi the Hunger Games ini tidak kalah seru dari buku pertamanya, walau kalo dibandingin ya, saya lebih suka buku pertamanya, lebih greget gimana gitu hhe.

Dengan tema utama yaitu perjuangan dan pengorbanan, di buku Catching Fire ini kita juga disuguhkan pertarungan batin Katniss dan menunjukkan lebih dalam mengenai sosok Katniss Everdeen, walaupun ia dianggap pahlawan dan simbol pemberontakan, ia tetaplah seorang perempuan yang rentan dan memiliki ketakutan-ketakutan dalam dirinya
Selain itu, ditunjukan bagaimana kegalauan Katniss dimana persahabatannya dengan Gale yang tidak sama lagi karena mereka menyadari bahwa mereka saling mencintai, tapi karena the Hunger Games ia harus terpaksa terlihat cinta mati pada Peeta.

Ahh Suzanne Collins memberi kita pilihan yang sulit. Gale vs Peeta, they both hot and kind and handsome and aaaaaaa~ ok, i choose Peeta, soalnya selesai baca Catching Fire sampe jam sebelas malem, malemnya saya langsung mimpiin Peeta *entahapa *abaikan.

Anyway, cant wait to read the last book!
Reading challenge : A book that became a movie, checked. About Catching Fire the movie and cast, you can read here

Book Review : The Hunger Games – Suzanne Collins

Seru!

Membaca buku ini bahkan sampai kebawa mimpi, saya ga bisa melepaskan buku ini dari imajinasi dan pikiran, i couldnt put this one down. Novel bergenre dystopia memang favorit saya, dan tentu saja itulah mengapa saya bisa langsung jatuh cinta membaca The Hunger Games ini. And i know its kinda late for me to take this one out of my shelf padahal filmnya aja udah hampir tamat versi layar lebarnya, hehe.

image

Penulis : Suzanne Collins
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Alih bahasa : Hetih Rusli
Tebal : 408 Halaman
Cetakan Keempat Belas, Januari 2014

The Hunger Games merupakan peringatan 70 tahun pemberontakan yang dilakukan oleh distrik-distrik negara Panem, setiap tahunnya setiap distrik (dulu ada 13 distrik, tapi distrik 13 dihancurkan karena dianggap memberontak sehingga sekarang hanya tersisa 12 distrik) wajib menyerahkan satu remaja laki-laki dan perempuan untuk menjadi tributes di The Hunger Games sehingga terpilihlah 24 peserta. 24 peserta yang terpilih dari masing-masing distrik akan ditempatkan di suatu arena di Capitol, aturan permainannya sendiri sangat simple, karena mereka hanya perlu bertarung, saling bunuh-membunuh dan bertahan hidup. Karena seperti yang kita ketahui dalam spoiler, “Dua puluh empat peserta.
Hanya satu pemenang yang selamat.”

The Hunger Games ini disiarkan secara langsung lewat televisi di seluruh distrik dengan konsep Reality show. Kejam sekali ya? Karena The Hunger Games lebih dari sekedar peringatan untuk distrik-distrik di Negara Panem, ini adalah hukuman yang diberikan atas pemberontakan mereka.

Overall, saya suka dengan semua karakter di buku ini. Katniss Everdeen, ofcourse on the top on my list, she’s strong and independent, the heroine of this story. Sayangnya, karakter Peeta Meelark agak kurang digali dan kurang posisinya dalam cerita dibuku pertama ini. But Peeta, i think he’s preety good dan melengkapi kisah dalam The Hunger Games.

Saya lebih menikmati membaca bukunya dibanding menonton film layar lebarnya. Though, yes the movie is cool too. I love Jennifer Lawrence as Katniss Everdeen and Josh Hutcherson as Peeta Mellark. How can i’m not love him? Josh did wonderful job bringing him to live.

5 stars for this book and movie too.
Awesome.

image

Reading challenge : A Book set in the future. Checked.

Book Review : Twivortiare 2 – Ika Natassa

I just wanna say that Ika Natassa is a genius!
Why? Karena dia bisa banget ngebuat kita, para pembacanya delusional. Dia bisa membuat kita merasa dekat dengan karakter dalam bukunya, bahkan merasa mereka nyata.
And that’s what i feel about Alex and Beno, i followed her twitter account @alexandrarheaw too. Membaca buku ini seperti membaca ulang tweet @alexandrarheaw, I know that she’s fiction in real life, but its fun to read about her life, even its addicting 🙂

Berbeda dengan dua buku sebelumnya, Divortiare yang banyak menceritakan bitternya hubungan Alex dan Beno sampai mereka bisa cerai, Twivortiare yang masih labil-masih menyesuaikan diri setelah hidup bersama lagi. Buku Twivortiare 2 ini adalah buku yang lebih dewasa, sweet dan matangnya hubungan Alex – Beno sebagai pasangan. Its just so sweet, sampe bikin iri, tau ga? Sama dengan jutaan followers lainnya, aku juga makin cinta sama Beno, yeah that super cold and lempeng guy, had zillions of fans including me #teambeno.

Menikah itu emang gak mudah. Makanya Alex dan Beno aja sampai cerai. Tapi jodoh adalah jodoh ya, cinta gak akan kemana asal kedua belah pihak mau saling mengerti, mengalah dan berjuang bersama-sama. Karena jatuh cinta itu mudah, tapi jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama itu bisa saja sulit? Mempertahankan hubungan, menjaga chemistry, dan selalu bersyukur atas apa yang kita punya.

Saya suka banget baca cerita si Alex, terutama bagian konsultasi cintanya, berasa curhatan bareng sahabat sendiri. And its real kita bisa ikutan ngobrol sama Alex, just mention her, mungkin aja tweet-an kita bisa ikut masuk ke dalam cerita dan di publish.

Perempuan itu kodratnya dicintai.
Sel sperma aja harus berenang sekuat tenaga mati matian sementara sel telur anteng-anteng aja. Kodratnya laki-laki emang begitu.
If a man wants to be with you, he’ll make every effort to be with you, no excuses. Men are simple, you know.

Dibuku ini juga dibahas bagaimana perasaan Alex yang sedih banget belum hamil-hamil juga, baca bagian ini selalu bikin keinget sama sahabat saya yang punya kisah sama, better luck next time, ikhtiar dan berdoa ya :*
Alex and Beno have their happy ending, and i hope you too.

“You know you’re in love with the right person when falling in love with him, turns you into the best version of yourself”

This book is so fun, sangat nyata dan penuh kalimat yang quotable.
Reading challenge : A book by female author, checked!

Judul buku : Twivortiare 2
Pengarang : Ika Natassa
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal 488 hal

image

Book Review : Habiskan Saja Gajimu – Ahmad Gozali

Money money money, easy come easy go.
Saya sering banget dengar keluhan kalo pemasukan terlalu sedikit, kebutuhan banyak, pokoknya ky serba kekurangan melulu hidupnya. Hh.

Siapa sih yang gak bermasalah dengan uang?
Kamu kamu kamu, semua orang didunia dan termasuk saya juga tentunya. Tapi ya saya gak suka ngeluhin kekurangan, kalo gak mampu ya gak mesti harus maksain mampu kan? Apalagi harus berhutang. Dalam kamus saya, pilihan berhutang ada didaftar terakhir yang harus dilakukan. Kalo mau sesuatu ya nabung, kalo gak bisa nabung ya jangan kepengen :p

Well, ketika akhirnya harus berhutang, kamu harus mengingat rulesnya.
1. Jangan berhutang tanpa perhitungan.
2. Jangan sampai hutang hanya membawa masalah.
3. Ketika kita berhutang, otomatis pendapatan bersih kita adalah jumlah setelah dipotong tagihan hutang. Supaya gak susah, maka gaya hidup harus dikurangi.
Yang paling baik dilakukan adalah mau uang kita lagi banyak atau sedikit, miliki gaya hidup yang sederhana aja. Jadi gak perlu susah-susah adaptasi.
4. Ketika harus berhutang banyak, ingatlah hutang itu harus digunakan untuk keperluan produktif, bukan konsumtif.

Eimm, saya memang bukan pakar keuangan, rules diatas hanya buatan saya karena saya suka menabung dan gak terbiasa berhutang, walaupun begitu, dalam beberapa tahun terakhir perencanaan tabungan saya bisa dikatakan gagal karena ada perbedaan pendapat antara saya dan suami. He always said kalo nabung itu adalah uang sisa, sedangkan menurut saya nabung itu harus diawal, sisanya baru dibelanjakan. Dan tabungan itu anggap saja gak ada biar gak tergoda dibelanjain, its only exist ketika kita akan membutuhkannya. Tapi kalo mau anggap semua hal urgent, ya tentu aja kita gak akan punya tabungan. Karena nurut, akhirnya there’s nothing left to save.

Dilema ya, antara nurut dan konsekuensinya malah berasa miskin? Iya.

image

Judul buku : Habiskan Saja Gajimu
Penulis : Ahmad Gozali
Penerbit : TransMedia
Tebal : 174 hal.

Lalu ketika sedang berjalan-jalan di Gramedia, saya melihat buku ini. Buku berjudul ‘Habiskan Saja Gajimu’ karya Ahmad Gozali ini sangat provokatif, gimana gak? Saya selalu pengen uang gaji saya gak habis supaya ada yang disave, nah penulis ini malah nyuruh diabisin aja. Daripada ‘kehabisan’ uang setiap bulan, kenapa tidak sekalian saja kita ‘habiskan’? Begitu katanya.

Karena kalo mau milih mana yang lebih mudah dan menyenangkan untuk dilakukan? A. Menyisakan uang dan B. Menghabiskan uang.

Deep down inside our heart menjawab B. Ya kan?
Pada dasarnya, uang diciptakan sebagai alat pembayaran. Jadi itulah kenapa kita seneng banget belanja daripada simpen-simpen uang.

Makanya sebagian besar dari kita perlu pengaturan prioritas pengeluaran agar keuangan lebih terkontrol dengan baik. Gimana caranya?

Habiskan uangmu/gajimu dijalan yang benar!
Ada dua golden rules dalam menghabiskan uang dijalan yang benar.
1. Pay your God first.
2. Saving dulu, baru shopping.
Ikuti kedua prinsip dasar ini agar cashflow kita lebih sehat.

Pengeluaran sesuai dengan urutan menghabiskan, yaitu bayar zakat, cicilan utang, saving baru shopping. Diantara anggaran biaya hidup, urutkan mulai dari yang fixed sampai yang flexible.

Membaca buku ini seakan saya mendapatkan pembenaran dan pencerahan. Saving adalah hak di masa depan, menabung bukanlah menyisakan (di belakang) uang bulanan, melainkan menyisihkan (di awal) dan mengalokasikan ke dalam produk investasi sesuai dengan program investasi yang kita miliki.

Saving di awal is kinda easy for me karena pada dasarnya saya suka menabung dan gak suka punya saldo 0 hhe, yang belum adalah memiliki program investasi, karena sebagai seorang pegawai, otak saya ini terbiasa nerima dan gak kreatif. Sepertinya saya harus mulai membaca-baca mengenai program investasi seperti persiapan dana pendidikan anak, dana pensiun dan lainnya. Saya ingin punya masa depan. Saya gak ingin uang yang ada hanya habis dimasa ini, tapi dimasa tua saya kesusahan.

Wish me luck and wish us luck!