My 2015’s Reading Challenge

I know i love books
Tapi tahun 2014 kemarin saya merasa gagal banget sebagai seorang pecinta buku.
Saya gak menuhin target ‘reading list’ yang udah saya set di goodreads, dan jumlahnya pun minim banget, cuma 23 judul buku yang berhasil dibaca. Ga sebanding dengan puluhan buku yang berhasil diboyong pulang kerumah. Eimmm~ haha *nangisdipojokan

Jadi, saya mau menantang diri saya dengan membaca lebih banyak buku di tahun 2015 ini.
Soalnya buku-buku itu bakal lebih bermakna kalo udah dibaca, ga cuma dipandangin dan diciumin doang. Yea, i’m kinda weird i love the smell of those books. Bahkan pas masi kecil (eh sampe sekarang juga sih *blushing*) saya sering isep isep bau buku yang baru dibeli. Rasanya seperti mencium kebahagiaan! X_x

Anyway, here’s my list :
image

Saya gak buat sendiri reading challenge-nya, saya dapet listnya dari pinterest. And i think that 50 reading challenge list rada suitable denganku. Dan semoga setelah selesai membaca satu judul buku, saya bisa menuliskan reviewnya diblog ini. Wish me luck, ya.

Advertisements

Book Review : The Joshua’s Files Series – MG. Harris

Bacaan awal tahunku dimulai dengan  buku The Joshua’s Files yang diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama, merupakan buku bergenre Young Adult karya penulis Inggris, Maria Guadalupe Harris. Tema besar buku ini adalah Ramalan Suku Maya mengenai akhir dunia pada Desember 2012, walaupun ramalan itu terbukti salah karena Alhamdulillah dunia masih berputar sampai hari ini di tahun 2014, hehe buku The Joshua Files ini tetep gak ketinggalan jaman kok buat dibaca, karena cerita yang dituliskan MG. Harris tentang petualangan yang dialami oleh Joshua sangatlah menarik dan seru. Mari kita baca review singkatnya 🙂

1.  The Joshua’s Files #1 Invinsible City : Kota yang Hilang

image

 

Cerita diawali dengan berita kematian ayah Joshua, Andrea Garcia, karena kecelakaan pesawat saat melakukan ekspedisi di Meksiko. Polisi bahkan menyimpulkan bahwa Andrea Garcia dibunuh oleh suami dari wanita selingkuhannya. Tentu saja, berita tersebut membuat Josh dan ibunya shock berat, ibu Josh bahkan harus dirawat di Rumah Sakit. Tapi Joshua Garcia, yang baru 13 tahun, tidak mempercayai begitu saja kabar mengenai kematian ayahnya tersebut, Josh yakin bahwa ayahnya masih hidup disuatu tempat, selain itu ada beberapa bagian yang hilang dalam penyelidikan polisi, ada yang aneh dalam kasus ini, begitulah insting Josh. Maka Josh pun melakukan investigasinya sendiri, ia mulai membuat blog dan menuliskan hasil kesimpulan dari penyelidikannya. Ditemani dengan TopShopPrincess, Ollie salah seorang pembaca blog Josh dan Tyler Marks – teman Capoiera Josh, mereka bahkan terbang langsung ke Meksiko untuk mencari tahu kebenarannya. Joshua pun mendapati kenyataan bahwa ayahnya sedang menjalani misi rahasia, bahwa ia adalah keturunan Suku Maya dan merupakan Bakab Ix, penjaga Buku Ix.

Dibuku pertama ini saya belum merasakan gregetnya, terutama karena alurnya terasa melompat dan ada beberapa adegan yang terasa memaksa, ditambah lagi aku kurang suka bagian font blog Joshua. Tapi semua itu terobati karena cerita petualangan Josh ini lumayan seru dengan peradaban Suku Maya sebagai latarnya dan misteri tentang ramalan kiamat tahun 2012 ini bikin saya penasaran buat baca buku berikutnya.

2. The Joshua’s Files #2 Ice Shock : Kejutan di Gunung Es

Pada Buku kedua, The Joshua Files #2 Ice Shock, merupakan kelanjutan dari misteri kematian ayah Josh. Buku kedua ini lebih seru dibanding buku pertama, Josh banyak bertualang di Ek Naab, kota rahasia Suku Maya, menghadapi sekte Huracan, memecahkan kode rahasia pada kartu pos yang dikirim dari masa lalu, dan dibuku inilah perjalanan waktu diungkit. Dari kode rahasia kartu pos, dibimbinglah Josh ke Gunung Orizaba, siapakah yang akan ditemui Josh di gunung es itu? Saya mau cerita sedikit spoiler dari buku ini, Josh akhirnya bertemu dengan ayahnya! Ayahnya tidak meninggal, ia hanya amnesia.. dan ada kisah tentang perjalanan waktu, bila melihat teknologi canggih dari Ek Naab, ga ada yang ga mungkin kan?

3. The Joshua’s Files #3 Zero Moment : Titik Nol

Diseri ini Joshua makin beranjak remaja, merasakan emosi dan cemburu ala ala abege, haha. Setelah petualangannya di Gunung Orizaba, Josh sebenarnya berusaha menjalani kehidupan sebagai remaja normal, tetapi ternyata takdirnya sebagai Bakab Ix membuatnya masih menjadi incaran Sekte Huracan, musuh Ek Naab. Di sini pula Josh mencoba memperbaiki Gelang Itzamna untuk melakukan impiannya, berjalan menembus waktu agar bisa menyelamatkan ayahnya. Setelah buku kedua, saya makin menikmati membaca seri petualangan The Joshua’s Files ini, karena ceritanya makin seru dan makin tegang. Ok, lets go to the next series 😀

4. The Joshua’s Files #4 Dark Parallel : Dunia Paralel

Joshua melakukan perjalanan waktu lagi, kali ini ia tidak sendirian, ia ditemani Ixchel. Who’s Ixchel? Ixchel sebenarnya sudah muncul dari buku pertama, ia adalah anak dari Suku Maya yang dijodohkan dengan Josh. Tapi dibuku ini Ixchel malah diceritakan berpacaran dengan Benicio, sepupu Josh, kebayang dong gimana perasaan Josh? Apalagi sejak buku ketiga, Josh mulai merasakan ‘sesuatu’ ke Ixchel. Ok, enough about Josh and Ixchel, hihi.

Pada buku ini terungkap mulai dari fakta teknis penggunaan gelang Itzammna, penjelasan metafisika perjalanan waktu, konsekuensi yang di dapat akibat perjalanan waktu dimana Dark Parallel pada intinya adalah ketika kita melakukan perjalanan waktu maka akan selalu ada hal yang berubah dimasa depan atau dalam bahasa lainnya ‘The Butterfly Effect’ (saya jadi teringat judul film yang dibintangi Ashton Kucher).

5. The Joshua’s Files #5 Apocalypse Moon : Bulan Terakhir

Berbeda dengan perjalanan waktu Josh sebelumnya, kali ini Josh menggunakan Gelang Itzamna untuk pergi ke masa depan, ke masa setelah tahun 2012 ketika supergelombang galaksi menghantam bumi. Di masa depan ini, Sekte Huracan benar-benar menguasai bumi, banyak kekacauan terjadi, pemandangan ini bukanlah kejadian yang ingin Josh lihat. Bersama Tyler dari masa depan, Josh berusaha memperbaiki kejadian 2012 sebelum semua itu terjadi. Untuk itulah Josh mencari Suku Erinsi terakhir untuk menghidupkan mesin bulan. Karena hanya Suku Erinsi yang mampu menyelamatkan bumi dari Supergelombang galaksi pada akhir 2012.

Overall, saya sangat menikmati membaca The Joshua’s Files series ini, apalagi setelah membaca buku ketiga sampai terakhir, saya sudah tenggelam kedalam petualangan Joshua dan bahkan ketika buku ini berakhir i just feel i dont want this end! Akhirnya teka-teki cerita ini terangkai menjadi satu gambaran utuh ketika membaca kelima bukunya. Saya menyukai adegan action dan science fiction yang tersebar di kelima buku ini, ditambah lagi imajinasi penulis mengenai Suku Maya, perjalanan waktu, dan teknologi kuno. Nice books!

Book Review : My Sister’s Keeper – Jodi Picoult

Akhirnya berjodoh juga dengan buku ini di Pesta Buku Gramedia bulan Juni 2013 ini. Diskon 40% pula, what a treasure. Yeay!

Sudah lama kucari buku My Sister’s Keeper karya Jodi Picoult ini, maka ketika mataku beradu pandang dengannya, lekas-lekas kubawa pulang dan kudalami kisahnya dengan hati yang berbunga.

Tapi hati berbungaku terasa disirami hujan ketika membaca buku ini, basaah hiks, this is a very sad story~

image

Judul  : My Sister’s Keeper – Penyelamat Kakakku
Pengarang : Jodi Picoult
Penerbit  : Gramedia
Tebal  : 523 halaman
Cetakan kedelapan, Oktober 2010

Bercerita tentang tokoh utama novel ini yang bernama Anna Fitzgerald. Anna sengaja dibuat melalui program bayi tabung oleh orang tuanya. Latar belakang  mengapa orangtua Anna memutuskan untuk memiliki anak dari program bayi tabung adalah untuk Kate, putri mereka  yang menderita penyakit leukimia tipe APL (salah satu yang mematikan dan bisa memicu terjadinya komplikasi dengan penyakit lain, atau masalah dengan organ-organ tubuh yang penting). Dengan bantuan teknologi medis, Anna dibuat dengan rekayasa genetik sedemikian rupa sehingga nantinya akan memiliki kecocokan struktur sumsum tulang belakang yang nyaris serupa dengan kakaknya.

Agar Kate bisa terus hiduplah Anna dilahirkan kedunia, Anna dirancang menjadi donor seumur hidup untuk Kate. Bahkan beberapa jam setelah lahir, Anna sudah menyumbangkan sel darah tali pusat untuk kakaknya, Kate. Kemudian Anna juga menjalani puluhan operasi, transfusi darah, dan suntikan untuk Kate. Dan ketika Kate didiagnosa gagal ginjal, Ibu meminta Anna menyumbangkan ginjalnya untuk Kate yang nyaris sekarat.

Hidup Anna adalah untuk Kate. Anna tak bisa menjalani hidupnya sendiri! Orangtuanya mengabaikan perasaan dan hak hidup Anna. Terlebih saat Anna beranjak remaja, timbul keinginan Anna untuk memiliki kebebasan dan hak atas tubuhnya sendiri. Ia ingin melanjutkan hidupnya sebagai manusia. Tidak hanya menjadi penyuplai kehidupan kakaknya!

Anna lalu membuat keputusan besar yang menimbulkan perpecahan dalam keluarganya. Bersama pengacara bernama Campbell Alexander, Anna menuntut kedua orangtuanya karena telah memanfaatkan hidupnya untuk keperluan donor.
Di pengadilan, Anna menjelaskan semuanya beserta bukti keterangan rumah sakit tentang keterangan donor yang telah dilakukannya untuk Kate, kakaknya. Hakim pun memutuskan Anna memenangkan penggugatan tersebut , akhirnya Anna memperoleh hak atas tubuhnya sendiri!

Tapi apa yang terjadi setelah kemenangan Anna ini? Apakah Anna akhirnya bahagia? Bagaimana dengan hidup Kate tanpa donor dari Anna? Bagaimana perasaan orangtua Anna dan Kate?

I am telling u, kita akan menemui ending yang menyedihkan, tragis, heart-breaking. Lebih baik kamu baca bukunya, ya 🙂

Selain kisah mengenai Anna, Kate dan keluarganya, penulis menyuguhkan kita   mengenai kesehatan, hukum, astronomi, sampai filosopi tentang api yang dituliskan dengan cerdas dan mudah dimengerti.

Dalam penulisan cerita, buku ini ditulis dengan sudut pandang tokoh yang bervariasi. Meskipun begitu, membaca buku ini tidak membingungkan kita sebagai pembacanya, malah membuka cara pikir kita akan sudut pandang orang lain.
Buku ini mengajarkan kita artinya orangtua yang baik, saudara yang baik dan orang yang baik. Bagaimana keputusan dibuat dan berpengaruh kepada hidup orang lain.

Oh ya, novel ini juga telah difilmkan pada tahun 2009, diperankan antara lain oleh Cameron Diaz dan Sofia Vassilieva.

image

Book Review : Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken – Jostein Gaarder

“I have always imagined that Paradise will be a kind of library.” ― Jorge Luis Borges

Perpustakaan adalah surga bagi para pecinta buku. Apakah mimpi kita sama? Bagiku perpustakaan adalah tempat yang menyenangkan dan mengenyangkan. Dikelilingi oleh ratusan atau bahkan ribuan buku dan sofa yang nyaman, just couldn’t ask for more! Kita bisa berkeliling dunia dan mengetahui banyak cerita dan informasi hanya dari membaca buku. Wow!

Nah kali ini kita diajak berpetualang oleh Papi Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup dalam buku Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken. Are you ready?

Buku ini hanya terdiri dari dua bab saja
image

Adalah Nils Bøyum Torgersen dan Berit Bøyum, dua orang sepupu yang saling berkomunikasi melalui buku-surat. Setelah meluangkan liburan musim panas bersama, Nils dan Berit memutuskan untuk tetap saling berkomunikasi dengan menulis surat berbentuk sebuah buku yang dikirimkan bolak balik Oslo dan Fjærland. Ide yang sangat kreatif ya, karena melalui buku-surat maka peristiwa yang mereka tuliskan menjadi rapi dan runut.

Isi buku-surat dihiasi dengan cerita-cerita yang berasal dari dua sumber :cerita tentang kegiatan mereka, tentang sekolah dan tentang apa yang sedang mereka lakukan. Dan akhirnya surat-surat mereka fokus membahas pada seorang wanita yang diduga bernama Bibbi Bokken.

Awalnya, Nils menceritakan tentang seorang wanita misterius yang mengintip saat mereka menulis puisi di buku tamu Pondok Flatbre saat liburan musim panas lalu. Saat Nils akan membeli buku-surat, Nils bertemu dengan wanita itu lagi di toko buku, bahkan wanita itu memaksa membayari buku-surat yang akhirnya mereka gunakan ini.

Suatu ketika, Berit menemukan sepucuk surat yang terjatuh dari tas si wanita misterius. Dari surat itu terungkap bahwa wanita itu bernama Bibbi Bokken, seorang bibliografer. Tetapi Nils dan Berit lebih sepakat menyebut wanita itu seorang bibliophile.

Di dalam surat itu disebutkan soal buku yang akan terbit tahun depan berjudul “perpustakaan ajaib”, padahal buku tersebut belum ditulis dan tak diketahui siapa penulisnya. Nils dan Berit jadi penasaran! Maka, mereka pun mulai melakukan penyelidikan dan siapakah sebenarnya Bibbi Bokken ini? Apakah ia adalah seorang penyeludup buku? Ia sering mendapatkan paket buku tapi ketika Berit menyelinap kedalam rumah wanita itu, tak ditemukan satu buku pun disana! Semakin intens menulis buku-surat, Nils dan Berit pun semakin banyak menemukan fakta misterius seputar Bibbi Bokken. Tidak hanya itu, Nils dan Berit merasa terancam dengan kehadiran Smiley, orang yang sepertinya memata-matai mereka berdua dan ingin merebut buku-surat! Keadaan menjadi serius, Nils dan Berit akhirnya memutuskan untuk bertemu dan bersama-sama mencoba memecahkan misteri tentang Bibbi Bokken, perpustakaan ajaib dan komplotannya.
Dan itulah akhir dari bab pertama buku ini

Bab kedua : ‘Perpustakaan’ adalah bab pertemuan Nils dan Berit dan bagaimana mereka mengungkap misteri dibalik semuanya, termasuk dimanakah letak perpustakaan ajaib Bibbi Bokken selama ini.

Buku Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken adalah buku sederhana yang mengajak kita berpetualang mengenal dunia buku. Buku ini sangat kaya referensi, ada Astrid Lindgren, Klasifikasi Desimal Dewey, Winnie the Pooh, Anne Frank, korespondensi, teori sastra, teori fiksi, teori menulis, puisi, sejarah buku dan penerbitan. Ada juga istilah-istilah seperti incunabulla, bibliophile dan bibliographer.

Fyi, incunabulla adalah buku-buku yang diterbitkan sebelum tahun 1500; bibliophile adalah seseorang yang mengoleksi buku-buku langka dan bermutu; sedangkan bibliographer adalah orang yang mencintai buku.

Dan ya, buku ini direkomendasikan untuk semua bibliographer didunia. Kamu mesti baca deh! Seru dan bermanfaat!

image

Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
Penulis : Jostein Gaarder & Klaus Hagerup
Penerjemah: Ridwana Saleh
Penyunting: Andityas Prabantoro
Proofreader : Emi Kusmiati
ISBN : 978-979-433-595-6
Tebal : 284 Halaman
Penerbit : PT Mizan Pustaka
Cetakan: II, Juli 2011