ASI

Ada yang membuatku kecewa dan prihatin tiap kali teman-temanku lahiran. The feeling that I failed again dalam mensupport mereka agar memberikan ASI untuk bayinya. Sebelumnya, aku selalu mengingatkan betapa pentingnya ASI untuk bayi melalui diskusi atau ngobrol ringan dan feed back mereka cukup antusias pada awalnya. Tapi setelah si bayi lahir, jarang banget yang bisa konsisten memberikan ASI nya. Alasannya macam-macam dari yang putingnya gak ada, bayinya gak mau, asi nya sedikit dll. Huhuhu.

Memang sih ini era modern dan instan, tapi jangan jadikan anak kita juga anak instan. Mau mudah dan praktisnya, kasih bayi susu formula didalam dot, beres gak repot. Terus mama nya bisa jalan-jalan kesana kemari, sibuk kerja dan tidur nyenyak dimalam hari. Gitu? Terdengar egois? Iya.

So no excuse for any reasons. Kita tetap bisa kok memberikan ASI asal mau usaha.
1. Puting gak ada atau puting rata. Aku baru nyadar bahwa ternyata bentuk puting tiap wanita beda-beda, tapi ternyata itu bukan masalah besar kok! Kenapa? Karena bayi menyusu di payudara, bukan puting.
Dont give up with this, mama bisa mencoba membuat puting agar menonjol dengan menariknya perlahan-lahan. Selanjutnya, lakukan kegiatan ini minimal dua kali sehari selama lima menit. Selain itu mama juga bisa menggunakan pompa susu agar puting dapat menonjol.

2. Bayi gak mau.
Coba deh pikirin lagi, who’s the boss here? Nah mama kan? Sebagai mama, kita harus lebih sabar meminta anak kita menurut. Tentu saja, si mama harus punya sikap, menunjukan kasih sayang dan kesabaran. Gak panik dan malah ikutan nangis pas bayinya nangis 🙂 bayi juga punya perasaan, bahkan mereka lebih sensitif. Buat diri kita nyaman untuk menyusui, maka si bayi juga akan merasa nyaman dalam dekapan kita.

3. ASI nya sedikit.
Saat bayi baru lahir, produksi ASI memang belum banyak, lagian kebutuhan ASI bayi yang baru lahir pun masih sedikit. Gak usah takut dan langsung nyerah dengan memberikan bayi susu formula, ya ma 🙂
Kalau bayi masih menangis, bukan cuma berarti dia lapar loh. Ada banyak faktor ma, seperti dia ingin digendong, ada nyamuk yang menggigit atau popoknya basah.

ASI sedikit juga gak berhubungan dengan ukuran payudara. Mine is not big too, honestly *sigh. Ukuran payudara tiap wanita hanya di bedakan oleh jumlah lemak dalam payudara. Sedangkan kemampuan payudara untuk memproduksi ASI tetap sama.

Agar produksi ASI kita tetap banyak dan lancar, coba deh beberapa cara berikut :
1. Rajin memberikan ASI ke bayinya, gak usah dijadwal. Agar ASI terus terisi optimal seringlah memberikan ASI, dengan makin sering bayi mengisap maka makin cepat ASI diproduksi. Seperti prinsip ekonomi, ASI akan terus berproduksi ketika ada permintaan 🙂 volume ASI dalam payudara ditentukan oleh jumlah yang dihisap.

2. Makan dan minum yang cukup. Lupakan dulu diet. Dengan memberikan ASI, maka kita melakukan diet alami ma.
Pengalamanku juga gak beda dengan ibu-ibu lain, berat badanku melonjak drastis saat hamil, bayangpun aku naik 20 kg (hwa!), tapi setelah 1 tahun memberikan ASI, voila I’m back like before. No need
pils, diet makanan atau bahkan olahraga. Ajaib!

3. Dukungan dari suami dan lingkungan. Ini penting, karena ada beberapa ibu-ibu yang suka membuat keputusan sendiri karena merasa capek dan panik, sehingga menganggap memberikan ASI sebagai sebuah beban. Jangan sampai berpikir seperti itu ya, mama harus merasa bahagia dan gak tertekan, jadi produksi ASInya tetap lancar 🙂

4. Perbanyak informasi, baca buku, browsing dan ikuti kelas EdukASI yang tersedia.

Memberikan ASI ternyata gak semudah kelihatannya, perlu perjuangan! Tapi tahu gak sih, proses pemberian ASI ini juga merupakan salah satu proses untuk si ibu dalam belajar sabar menghadapi si anak dan menanamkan sikap keibuan.

Memang sih pada akhirnya, keputusan memberikan ASI atau tidak, berada ditangan orangtuanya. They know the best for their child. But I hope that u give ur best, jadikan masa dua tahun pertama anak sebagai masa yang indah dan tak terlupakan, just remember dua tahun itu sebentar kok 🙂

Advertisements