Poligami

Beberapa saat lalu, saya melihat posting video dari seorang wanita berhijab yang gak kuat di poligami.

Seperti perasaan semua perempuan yang dimadu diracun atas nama cinta, poligami itu pada dasarnya sangat menyakitkan. Lagian, siapa sih yang bisa siap dan ikhlas berbagi suami? Dan jika pun pihak istri bertahan, itu semata-mata hanya demi anak-anak. Iya, anak-anak juga menjadi korban poligami.

Mungkin tulisan saya agak sedikit bias karena saya sendiri adalah seorang perempuan dan korban anak yang orangtuanya poligami.
Sejujurnya, saya tidak menentang poligami karena poligami sendiri diperbolehkan dalam syariat Islam, Nabi Muhammad sendiri poligami, ya kan?
Tetapi agama Islam memperbolehkan seorang lelaki berpoligami dengan syarat yang berat : menjadi adil. Dan kamu, wahai suami yang menginginkan poligami, bisa kah kamu adil? Bisa kah kamu memberikan nafkah lahir dan batin yang sama rata kepada dua belah pihak? Bisa kah kamu tidak berat sebelah hanya kepada satu pihak saja? Bisa kah kamu membahagiakan kedua istri (atau lebih) dan anak-anakmu?

Jika kamu ingin mencontoh Nabi Muhammad, jangan hanya membenarkan tentang poligami, tapi juga contoh iman, akhlak, kepribadian dan kemampuannya. Apa bisa kamu seperti Dia?

Coba deh kamu para suami pikirin lagi kenapa ingin berpoligami dan bagaimana dampaknya untuk rumah tangga dan anak-anak dimasa depan. Is it worth it?

Advertisements

[Manga Review] SOS – Yoko Matsumoto

Kali ini saya akan membahas salah satu komik favoritku jaman dulu, judulnya SOS karangan Yoko Matsumoto. Kalo gak salah, pertama kali saya membaca serial komik ini saya masih duduk di kelas 3 atau 4 SD jadi sekitar tahun 93/94. Koleksi komik saya sih kebanyakan udah kececer entah kemana, tapi berkat online shop saya punya kesempatan beli komik secondnya ^0^

SOS menceritakan tentang kelompok misteri yang diikuti Donna, Hans, Alex, Helen dan Yos. Kegiatan ekstrakulikuler di SMP mereka ini memang gak lazim ya, malah sebenarnya klub itu gak terdaftar disekolah karena anggotanya terlalu sedikit dan markas tempat ngumpulnya pun cuma sebuah bangunan di halaman belakang sekolah yang tidak terpakai. Markas ini pun lebih mirip penampungan hewan liar yang dipungut oleh Hans dan laboratorium dadakan Alex yang suka melakukan percobaan ilmiah.

Dibuku pertama, kita disuguhi kisah gelap tentang keluarga Yos, ketua Kelompok Misteri. Dan yang mengejutkan lagi, tokoh Yos ini dibuat tewas oleh pengarangnya 😥 tapi dibuku kedua, kita diberi satu tokoh baru bernama Rico yang tidak lain adalah adik Donna. Selama ini Rico tinggal bersama ibunya yang kaya raya, sedangkan Donna bersama sang ayah karena kedua orang tua mereka telah bercerai. Menjelang liburan musim panas, tiba-tiba ada kabar bahwa Rico diculik dan mereka meminta tebusan. Donna dan teman-teman berusaha menyelamatkan Rico, akhir dari kejadian ini membuat Rico pindah sekolah yang sama dengan Donna dan bergabung dalam Kelompok Misteri.

Dengan latar belakang cerita detektif dan misteri, buku SOS yang diterbitkan oleh Elex sejumlah 7 (tujuh) volume ini memiliki cerita yang cukup lucu dan sangat ringan dibaca.  Setiap buku memiliki kisah kasus yang berbeda namun saling berhubungan. Saya pribadi sangat suka dengan buku ke 6, saat Henry, anjing berjenis bull terrier yang dipelihara kelompok misteri, membawa mereka ke dimensi lain dengan gonggongan ajaibnya.

image

Btw saat saya masih kecil, saya juga suka banget dengan manga Sweet Rabu Rabu karangan Yumi Inoguchi, tapi begitu saya baca ulang, kok ceritanya aneh yaa dan banyak pengulangan. Hihi.

Words from Book : Gelombang – Dee Lestari

Dimensi tak terbilang dan tak terjelang
Engkaulah ketunggalan sebelum meledaknya segala percabangan
Bersatu denganmu menjadikan aku mata semesta
Berpisah menjadikan aku tanya dan engkau jawabnya
Berdua kita berkejaran tanpa pernah lagi bersua

Mencecapmu lewat mimpi
Terjauh yang sanggup kujalani
Meski hanya satu malam dari ribuan malam
Sekejap bersamamu menjadi tujuan peraduanku
Sekali mengenalimu menjadi tujuan hidupku

Selapis kelopak mata membatasi aku dan engkau
Setiap napas mendekatkan sekaligus menjauhkan kita
Engkau membuatku putus asa dan mencinta
Pada saat yang sama

image

(Gelombang, Dee Lestari)

Alergi dan Urticaria, feels like hell!

Setelah puluhan tahun berhasil menghindar dari serangan alergi, awal bulan April 2015 ini saya ga bisa lari lagi dan dipaksa menderita selama hampir 3 minggu. Fufufu.

Jadi ceritanya, saya udah pede banget lah ya, 3 tahun lebih bisa seenak jidat makan seafood dan ikan, jadi sepotong ikan salem goreng buat makan siang, ga membuatku curiga. Hmm ada sedikit ragu sih, soalnya blum pernah nyoba makan ikan jenis itu, hampir aja kuganti dengan ikan patin goreng, tapi ga jadi.
Nah ini lah yang dibilang, dengerin kata hati kecilmu. Keraguanku dibuktikan dengan muncul bercak bercak merah esok paginya and it’s getting worst and worst!

Aku alergi (lagi)! Aaaaa~
Berubah jadi monster merah mengerikan, inilah alasan saya sampe menghindari segala jenis seafood dan ikan puluhan tahun, alergi aku GAK BANGET! Sangat menyiksa, itchy and burns my skin, beneran berasa kebakaran nih kulit. Seminggu saya ga bisa tidur, bolak balik kompres seluruh badan pake kain basah dan pelukin es batu supaya berasa adem (dikit).

image

image

Seluruh badan sampe telapak kaki dipenuhi merah gede gede, super gatel dan panas! Kalo kata google, alergi saya berbentuk urticaria. Urtikaria (dikenal juga dengan “hives, gatal-gatal, kaligata, atau biduran”) adalah kondisi kelainan kulit berupa reaksi vaskular terhadap bermacam-macam sebab, biasanya disebabkan oleh suatu reaksi alergi, yang mempunyai ciri-ciri berupa kulit kemerahan (eritema) dengan sedikit oedem atau penonjolan (elevasi) kulit berbatas tegas yang timbul secara cepat setelah dicetuskan oleh faktor presipitasi dan menghilang perlahan-lahan.

image

Obat resep dari dokter mah ga ngaruh-ngaruh amat, saya ga lekas sembuh ky diiklan, tetep aja butuh proses dan harus ngelalui penderitaan. Pas alerginya udah mulai redaan pun kulit ga langsung mulus sedia kala, bekas merah itu berubah jadi ungu dan butuh waktu untuk memudarnya. Obat alerginya pun berefek bikin kulit saya jadi kering banget sampe pecah-pecah.

Alhamdulillah, penyakit alergi ini gak selamanya ya. Mulai sekarang saya harus menghindari alergen supaya ga kambuh lagi.

Book Review : Papertowns – John Green

image

Judul : Papertowns – Kota Kertas
Penulis : John Green
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan I, 2014
Tebal 360 halaman

Quentin Jacobsen sudah jatuh cinta pada Margo Roth Spiegelman sejak mereka masih kecil. Mereka bertetangga, bersahabat dan bermain bersama sampai peristiwa penemuan mayat di taman.

Tumbuh remaja, Quentin menjadi cowok nerd dan Margo menjadi cewek populer, hubungan mereka semakin menjauh karena perbedaan status tersebut. Hingga pada suatu malam, Margo menyelinap masuk kejendela Q, meminta bantuan Q untuk menemani menyelesaikan misinya. Q tentu saja gak bisa menolak permintaan Margo. Q merasakan malam yang menakjubkan bersama Margo, ia menjadi ingin lebih terbuka dan berharap dapat memulai kembali hubungan ‘pertemanan’ dengan gadis tersebut.

Tapi esok paginya, Margo menghilang.
Berdasarkan laporan orangtua Margo, Margo memang suka sekali menghilang, meninggalkan petunjuk kemudian pulang kembali beberapa hari kemudian. Hal itulah yang membuat Q berpikir bahwa mungkin saja Margo sengaja menghilang untuk Q temukan, apalagi Q menemukan beberapa petunjuk dari Margo yang ditujukan untuk dirinya. Bersama teman-temannya, Q memulai petualangan untuk menemukan Margo. Namun semakin jauh Q melangkah, Q semakin gak mengerti Margo sebenarnya.

Btw, another good book from Mr. Green, saya ngerasa buku ini adalah bagian lain dari buku Looking For Alaska. Karakter Alaska dan Margo Roth, sangat mirip. Rebel, populer tapi pintar. Karakter Q juga mirip banget dengan Pudge, sama sama cowok nerd dan geek. Walaupun ada kesamaan tersebut, saya tetap sangat menikmati buku ini, terlarut dalam kelucuan, keseruan, persahabatan dan pencarian jati diri yang tersirat didalamnya. Bab favoritku adalah bagian ketiga, Wadah, adalah saat Q bersama teman-temannya naik minivan, hanya pake toga wisuda, ngebut mencari lokasi Margo.

“Kau tahu apa masalahmu, Quentin? Kau selalu mengharapkan orang lain tidak menjadi diri mereka sendiri. Maksudku, aku bisa saja membencimu karena sangat jam karet dan tidak pernah tertarik pada apa pun selain Margo Roth Spiegelman, dan karena, misalnya, tidak pernah menanyaiku tentang pacarku- tapi aku tak peduli, man, soalnya kau adalah kau” (hal. 223)

image

Ga sabar nonton film layar lebarnya!

Book Review : Kafka On the Shore – Haruki Murakami

image

Judul : Kafka On the Shore
Penulis : Haruki Murakami
Penerbit : Pustaka Alvabet
Cetakan I, Juni 2011
Tebal 597 halaman

Novel berjudul Kafka on the Shore yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2002 ini memiliki dua plot kisah berbeda namun memiliki keterkaitan.

Disisi pertama, novel ini mengisahkan tentang Kafka Tamura, remaja 15 tahun yang kabur dari rumah karena ingin menghindari kutukan ayahnya. Ia pergi jauh hingga ke Takamatsu untuk menjalani takdirnya yang lain. Kafka yakin ia bisa lepas dari kutukan, hingga suatu hari ia mendapati peristiwa aneh, ia pingsan secara tiba-tiba, saat terbangun ia sudah berada di semak-semak dan seluruh pakaiannya berlumuran darah yang bukan miliknya.

Sisi lain novel ini adalah kisah tentang Satoru Nakata, kakek tua yang ‘bodoh’ namun memiliki kemampuan luar biasa, bisa berbicara dengan kucing. Suatu hari, demi seekor kucing, Nakata terpaksa harus membunuh seorang lelaki misterius pembantai kucing yang disebut Johnnie Walker. Nakata segera melaporkan diri ke polisi, tetapi polisi hanya menganggapnya lelucon karena Walker tersebut bahkan tidak nyata dan bukti fisik tubuh Nakata saja bersih padahal ia mengaku baru membunuh orang.

Anehnya, dua hari kemudian, Toichi Kamura, seorang pematung terkenal yang juga ayah Kafka, ditemukan mati terbunuh. Polisi langsung mencari keberadaan Kafka dan Nakata. Disitulah misteri novel ini dimulai.

Actually, Haruki Murakami adalah salah satu penulis favoritku. Karya-karya fiksi Murakami sering disebut sebagai karya yang surealistik dan nihilistik. Dibuku ini, kita dapat menemui hal-hal aneh seperti bocah bernama gagak, kucing yang dapat bicara, kenangan yang menghantui, hujan ikan dan lintah, dua tentara pasukan Napoleon, limbo, Johnnie Walker bahkan Kolonel Sander nya KFC.
Selain itu, dengan Oedipus Complex sebagai bunga cerita, dimana kutukan ayah Kafka adalah ‘membunuh ayamu, meniduri ibumu dan kakakmu’, ok that’s sound scary ya kalo ditulis secara gamblang disini, tapi secara garis besar dapat dibilang kisah Oedipus dalam kebudayaan Yunani itu dikembangkan lebih jauh oleh Murakami secara indah dan diluar batas imajinasi saya sebagai pembaca.

Sebagai kisah absurd dan ketika menyelesaikannya saja masih meninggalkan berbagai pertanyaan dikepala saya, saya sangat menikmati membaca buku ini, apalagi kalau membacanya sembari diiringi musik Beethoven dan Haydn. Perfect.

Book Review : Simple Thinking About Blood Type 2 – Park Dong Sun

Setelah kemarin selesai membaca buku pertamanya (baca reviewnya disini), saya langsung mengambil buku Simple Thinking About Blood Type 2 ini dari rak. Berhubung hari ini mati listrik dari pagi dan bayangpun sampe malem gini masi aja #earthhour, baca buku ini jadi ga banyak gangguan dan selesai hanya dalam 2 jam saja. Yey!

image

Judul : Simple Thinking About Blood Type 2
Penulis : Park Dong Sun
Penerjemah : Silvanissa NA
Penerbit Haru
Cetakan ke6, Desember 2014
Tebal 294 hal

Sama seperti buku pertamanya, Simple Thinking About Book Type 2 karangan Park Dong Sun ini termasuk dalam jenis bacaan ringan berbentuk komik yang sangat menghibur. Masih dengan tema utama membahas karakteristik dan sifat tiap golongan darah, buku ini tetap menarik untuk disimak.

Dibandingkan buku pertamanya, saya lebih menikmati membaca buku kedua seri golongan darah ini. Menurut saya ceritanya lebih padat dan ada keterkaitan antara tiap cerita, bahkan diceritakan karakteristik masing-masing golongan darah dari taman kanak-kanak sampai bekerja. Cerita mengenai golongan darah saat kanak-kanak membuat saya membandingkan sifat golongan darah anak saya. Hihi

Ada juga cerita interaksi laki-laki bergolongan darah A (ayah penulis) dan perempuan bergolongan darah B (ibu penulis), which is sama banget dengan golongan darah aku dan suamiku, cuma keadaannya dibalik saja, aku A dan suamiku bergolongan darah B. Ceritanya mirip banget dengan kehidupan sehari-hariku, bikin senyum-senyum sendiri. Kebanyakan si A memang harus banyak ngalah dengan karakteristik B. They’re so intimidating! Hahah 😀

image

Buku ini menyenangkan untuk dibaca karena terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sebagai pembacanya, bisa langsung membandingkan dengan diri sendiri dan orang disekitar. Rasanya saya lebih khusuk membaca ketika dibagian golongan darah A, dimana A digambarkan sebagai golongan darah yang lembut, pemendam perasaan, tepat waktu, taat aturan, dan tipe perencana. Saya jadi ngakak baca sub bagian berjudul Persiapan Kerja keluar Kota, isi kopernya banyaaaak banget seakan mau bawa seluruh isi lemari. Well it’s true, indeed *sigh. Walaupun hanya pergi 2 hari, isi koperku udah penuh banget ky mau berpergian seminggu lebih, saya cuma ga bisa ketinggalan bahkan satu hal pun. Hahaha. Mungkin faktor itu juga yang bikin saya gak nyaman berpergian atau jauh dari rumah, udah kebayang ribetnya! -_-

Tapi gak semua bagian cerita menggambarkan secara tepat mengenai sifat tiap-tiap golongan darah, soalnya dibeberapa bagian ada sifat A yang menurut saya ‘gak saya banget’, malah saya ngerasa lebih mirip sifat AB. Hmm seperti yang dituliskan penulisnya dalam biografinya dia sendiri adalah golongan darah O yang kompleks dimana sifat dia adalah mix dari golongan darah orang-orang disekitarnya (khususnya keluarga), atau dengan kata lain kepribadian dan karakteristik seseorang dapat terbentuk tidak hanya dari gen atau golongan darah semata tapi juga bisa didapat dari lingkungan dan orang terdekat.

Oh ya, kalo kamu penasaran gimana isi buku Simple Thinking About Blood Type ini, kamu bisa intip di situs aslinya yang berbahasa Korea disini atau search aja di forum Kaskus. Lucu dan menghibur!

Reading challenge : A Book can finish in a day, checked.