Poligami

Beberapa saat lalu, saya melihat posting video dari seorang wanita berhijab yang gak kuat di poligami.

Seperti perasaan semua perempuan yang dimadu diracun atas nama cinta, poligami itu pada dasarnya sangat menyakitkan. Lagian, siapa sih yang bisa siap dan ikhlas berbagi suami? Dan jika pun pihak istri bertahan, itu semata-mata hanya demi anak-anak. Iya, anak-anak juga menjadi korban poligami.

Mungkin tulisan saya agak sedikit bias karena saya sendiri adalah seorang perempuan dan korban anak yang orangtuanya poligami.
Sejujurnya, saya tidak menentang poligami karena poligami sendiri diperbolehkan dalam syariat Islam, Nabi Muhammad sendiri poligami, ya kan?
Tetapi agama Islam memperbolehkan seorang lelaki berpoligami dengan syarat yang berat : menjadi adil. Dan kamu, wahai suami yang menginginkan poligami, bisa kah kamu adil? Bisa kah kamu memberikan nafkah lahir dan batin yang sama rata kepada dua belah pihak? Bisa kah kamu tidak berat sebelah hanya kepada satu pihak saja? Bisa kah kamu membahagiakan kedua istri (atau lebih) dan anak-anakmu?

Jika kamu ingin mencontoh Nabi Muhammad, jangan hanya membenarkan tentang poligami, tapi juga contoh iman, akhlak, kepribadian dan kemampuannya. Apa bisa kamu seperti Dia?

Coba deh kamu para suami pikirin lagi kenapa ingin berpoligami dan bagaimana dampaknya untuk rumah tangga dan anak-anak dimasa depan. Is it worth it?

Be Positive!

Saya gak biasa curhat. Apalagi kalo gak ditanya, ya saya bakal diem aja, simpen sendiri mikir sendiri meledak sendiri iris hati sendiri 😀
Mungkin kamu pikir itu bakal bikin saya jadi gila, ah kamu salah, ngapain? Rugi dong. Hhe.

Saya memang gak vokal, gak terbiasa mengungkapkan isi hati dan penyendiri.
Menurut saya, kesedihan dan kemarahan gak oke buat dishare, apalagi dishare ke media sosial sampai semua orang bisa baca. Hmm, big no, ya. Kesedihan dan kemarahan itu emosi sesaat yang bikin kita jadi bodoh, karena terkadang tindakan dan kata-kata kita yang keluar menjadi tidak rasional dan cenderung bisa menyakiti. Menyakiti diri kita atau orang lain.

Lalu, gunanya apa?
Gak ada kan?
Makanya saya gak curhat.
Kalopun saya curhat, saya lebih suka yang terselubung :p
Lagian kalo kata Chrisye mah ‘badai pasti berlalu’, Tuhan kasih masalah sesuai kemampuan umatnya kok, kalo kita ngerasa gak mampu, yakin aja kita mampu, Tuhan tahu, kita cuma disuruh menaikan level kemampuan kita.

Tapi, dunia pasti bakal sepi ya kalo ga ada curhatan? Dinding facebook, wall twitter dan page di path bakal gak guna. Walau saya gak suka curhat dan buat update status, saya suka kok baca dan dengar masalah orang, karena dari sana saya bisa belajar memahami dan bersyukur atas masalah yang saya punya, bahwa saya gak pantas untuk mengeluh, we will always find a way. Just keep positive 🙂 

Gak Adil!

Kadang ketika kita mengingat sesuatu hal yang mengecewakan kita ngerasa erggh males banget deh, this world seems unfair! Tapi aku ga mau nyalahin Tuhan, Tuhan gak pernah salah kan?
Jadi siapa yang salah?
Kita sendiri?

Nah, mungkin kita perlu diam sejenak dan merenung.
Daripada ngeluh, marah atau teriak ‘WHY GOD WHY?!’ seakan didunia ini Tuhan cuma ngurusin masalahnya kita doang.
Dan semua maunya kita mesti diturutin sama Tuhan..
I always remember a quote that said : Tuhan gak selalu kasih apa yang kita mau, tapi Tuhan kasih apa yang kita butuhkan.
Jadi ketika Tuhan kasih kita kesusahan, mungkin itu memang yang dibutuhkan kita, agar kita bisa belajar melewati kesusahan tersebut, jadi diharapkan ada sesuatu perubahan yang baik dalam diri kita entah dalam cara berpikir atau bersikap. Tuhan juga gak pengen selalu manjain kita, Tuhan pengen kita belajar untuk kebaikan dalam hidup kita.
Seorang teman baik saya pernah berkata ‘jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu’

Itulah kenapa kita dibuat susah sama Tuhan, supaya kita bisa berjuang dan lebih bersyukur atas apa yang diberikan olehNya.. Alhamdulillah.

Life is beautiful if we think it’s beautiful. It’s in our mind and heart..

Pemimpin Muda, Harapan Kita.

Senin, 2 Juni 2014, M. Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri telah resmi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung periode 2014-2019.

Sebelumnya, M. Ridho Ficardo adalah ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Lampung selama dua tahun terakhir, telah menyelesaikan pendidikan S3 dan kursus kepemimpinan di Lemhanas pada usia 28 tahun. Sedangkan wakilnya, Bachtiar Basri adalah Bupati Tulang Bawang Barat, dibawah kepemimpinannya pertumbuhan dan pembangunan Kabupaten Tulang Bawang Barat dinilai lebih cepat dibanding daerah otonomi baru lainnya di Indonesia.

image

Sebagai gubernur termuda di Indonesia (M. Ridho Ficardo baru berusia 33 tahun), sosok pemimpin muda ini merupakan angin segar yang menyejukkan, dengan harapan agar dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Lampung serta memberikan kemampuannya yang terbaik untuk kemajuan daerah dan terutama untuk masyarakat Lampung yang telah memberi kepercayaan kepada Beliau.

image

Sukses dan Selamat bertugas Pak!

Vote! Indonesia Memilih 2014

Milih itu gampang gak sih? Gampang-gampang susah ya.
Contoh mudahnya, saat kita lulus sekolah dan mesti melanjutkan ke jenjang universitas, kita harus memilih jurusan yang tepat kan? Mikirin jurusan itu juga gak asal-asal, soalnya kita yang bakal jalanin dan untuk mewujudkan mimpi kita dimasa depan.

Begitu juga dengan memilih pemimpin.
Sebelum Pemilu 2014 ini akan dilaksanakan Juli mendatang, kita yang memiliki hak pilih hendaknya harus mencari tahu dulu apa yang kita mau, pemimpin seperti apa yang cocok dan dapat memberikan kemajuan yang lebih baik untuk negara kita. Apalagi sekarang atmosfer politik lagi panas-panasnya, baiknya kita dapat memanfaatkan media dengan bijak sebagai pusat informasi tentang calon pemimpin kita kelak. Jangan sampe kemakan euforia, seru-seruan milih tapi gak ngerti apa yang terbaik untuk negara kita.

Apalagi sampe abstain atau tidak memilih, memang sih gak ada yang bisa menyalahkan kenapa kamu tidak memilih, itu juga hak setiap orang. Tapi menurutku, alangkah lebih bijaknya jika kamu berpartisipasi. Kalo kamu sendiri gak peduli, kapan Indonesia mau maju, ya kan? Biarpun nantinya perubahan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, setidaknya kita telah melakukan sesuatu, gak cuma pasrah aja.

image

Mari berdoa semoga pemimpin kita berikutnya dapat membawa Indonesia menjadi lebih baik sesuai harapan kita semua., Aamin.

Commited to Working Out!

Hal yang kadang paling susah kita lakukan adalah berkomitmen pada diri sendiri. We can be our own worst enemy! Terkadang kita jadi terbiasa melanggar apa yang kita sendiri sepakati, gak ada yang marah selain kita sendiri, gitu. Fufufu~

Jadi, sebelum kita menyabotase diri kita sendiri lagi, kita harus bertekad pada niat! Jangan sampai tergoyangkan oleh godaan syetan yang terkutuk. Cih!

image

Dan mulai hari ini, aku ingin berkomitmen untuk memulai olahraga lagi. Lagi. Iya, karena terakhir kali aku bneran olahraga tuh pas tahun 2009, i love work out. I do. Tapi setelah kerja di kabupaten tahun 2010, rutinitas olahraga aku hilang dan mulai menimbun lemak. Eh jadi keterusan gak olahraga sampe kemarin! Niat mah ada, selalu ada, tapi niat tinggal niat dan janji tinggal janjiii, sampe 4 tahun kemudian, tetep aja gak bergerak!

image

Sebelum malas itu datang lagi, yang pertama kita lakukan adalah DO IT! Jalan, bergerak, dan pake sepatu olahragamu. Saat pertama kali mungkin terasa capek dan berat tapi beberapa kali kamu berlatih, we’ll love it. Why dont we? See the picture above, see the reasons whyyy :))