Poligami

Beberapa saat lalu, saya melihat posting video dari seorang wanita berhijab yang gak kuat di poligami.

Seperti perasaan semua perempuan yang dimadu diracun atas nama cinta, poligami itu pada dasarnya sangat menyakitkan. Lagian, siapa sih yang bisa siap dan ikhlas berbagi suami? Dan jika pun pihak istri bertahan, itu semata-mata hanya demi anak-anak. Iya, anak-anak juga menjadi korban poligami.

Mungkin tulisan saya agak sedikit bias karena saya sendiri adalah seorang perempuan dan korban anak yang orangtuanya poligami.
Sejujurnya, saya tidak menentang poligami karena poligami sendiri diperbolehkan dalam syariat Islam, Nabi Muhammad sendiri poligami, ya kan?
Tetapi agama Islam memperbolehkan seorang lelaki berpoligami dengan syarat yang berat : menjadi adil. Dan kamu, wahai suami yang menginginkan poligami, bisa kah kamu adil? Bisa kah kamu memberikan nafkah lahir dan batin yang sama rata kepada dua belah pihak? Bisa kah kamu tidak berat sebelah hanya kepada satu pihak saja? Bisa kah kamu membahagiakan kedua istri (atau lebih) dan anak-anakmu?

Jika kamu ingin mencontoh Nabi Muhammad, jangan hanya membenarkan tentang poligami, tapi juga contoh iman, akhlak, kepribadian dan kemampuannya. Apa bisa kamu seperti Dia?

Coba deh kamu para suami pikirin lagi kenapa ingin berpoligami dan bagaimana dampaknya untuk rumah tangga dan anak-anak dimasa depan. Is it worth it?