Book Review : Simple Thinking About Blood Type 2 – Park Dong Sun

Setelah kemarin selesai membaca buku pertamanya (baca reviewnya disini), saya langsung mengambil buku Simple Thinking About Blood Type 2 ini dari rak. Berhubung hari ini mati listrik dari pagi dan bayangpun sampe malem gini masi aja #earthhour, baca buku ini jadi ga banyak gangguan dan selesai hanya dalam 2 jam saja. Yey!

image

Judul : Simple Thinking About Blood Type 2
Penulis : Park Dong Sun
Penerjemah : Silvanissa NA
Penerbit Haru
Cetakan ke6, Desember 2014
Tebal 294 hal

Sama seperti buku pertamanya, Simple Thinking About Book Type 2 karangan Park Dong Sun ini termasuk dalam jenis bacaan ringan berbentuk komik yang sangat menghibur. Masih dengan tema utama membahas karakteristik dan sifat tiap golongan darah, buku ini tetap menarik untuk disimak.

Dibandingkan buku pertamanya, saya lebih menikmati membaca buku kedua seri golongan darah ini. Menurut saya ceritanya lebih padat dan ada keterkaitan antara tiap cerita, bahkan diceritakan karakteristik masing-masing golongan darah dari taman kanak-kanak sampai bekerja. Cerita mengenai golongan darah saat kanak-kanak membuat saya membandingkan sifat golongan darah anak saya. Hihi

Ada juga cerita interaksi laki-laki bergolongan darah A (ayah penulis) dan perempuan bergolongan darah B (ibu penulis), which is sama banget dengan golongan darah aku dan suamiku, cuma keadaannya dibalik saja, aku A dan suamiku bergolongan darah B. Ceritanya mirip banget dengan kehidupan sehari-hariku, bikin senyum-senyum sendiri. Kebanyakan si A memang harus banyak ngalah dengan karakteristik B. They’re so intimidating! Hahah 😀

image

Buku ini menyenangkan untuk dibaca karena terasa sangat dekat dengan kehidupan kita sebagai pembacanya, bisa langsung membandingkan dengan diri sendiri dan orang disekitar. Rasanya saya lebih khusuk membaca ketika dibagian golongan darah A, dimana A digambarkan sebagai golongan darah yang lembut, pemendam perasaan, tepat waktu, taat aturan, dan tipe perencana. Saya jadi ngakak baca sub bagian berjudul Persiapan Kerja keluar Kota, isi kopernya banyaaaak banget seakan mau bawa seluruh isi lemari. Well it’s true, indeed *sigh. Walaupun hanya pergi 2 hari, isi koperku udah penuh banget ky mau berpergian seminggu lebih, saya cuma ga bisa ketinggalan bahkan satu hal pun. Hahaha. Mungkin faktor itu juga yang bikin saya gak nyaman berpergian atau jauh dari rumah, udah kebayang ribetnya! -_-

Tapi gak semua bagian cerita menggambarkan secara tepat mengenai sifat tiap-tiap golongan darah, soalnya dibeberapa bagian ada sifat A yang menurut saya ‘gak saya banget’, malah saya ngerasa lebih mirip sifat AB. Hmm seperti yang dituliskan penulisnya dalam biografinya dia sendiri adalah golongan darah O yang kompleks dimana sifat dia adalah mix dari golongan darah orang-orang disekitarnya (khususnya keluarga), atau dengan kata lain kepribadian dan karakteristik seseorang dapat terbentuk tidak hanya dari gen atau golongan darah semata tapi juga bisa didapat dari lingkungan dan orang terdekat.

Oh ya, kalo kamu penasaran gimana isi buku Simple Thinking About Blood Type ini, kamu bisa intip di situs aslinya yang berbahasa Korea disini atau search aja di forum Kaskus. Lucu dan menghibur!

Reading challenge : A Book can finish in a day, checked.

Book Review : Simple Thinking About Blood Type – Park Dong Sun

Sering merhatiin gak kalo di manga-manga Jepang, dibiodata profile tokoh-tokohnya pasti mencantumkan keterangan golongan darah. Contohnya, saya tahu golongan darah Sakura Kinomoto dari Cardcaptor Sakura adalah bergolongan darah A, sementara Usagi Tsukino dari Sailor Moon bergolongan darah O. Konon, orang Jepang percaya bahwa golongan darah dapat menentukan karakter seseorang. Jadi para pengarang manga dapat menentukan sifat dan kepribadian dari tokoh manga-manga yang mereka ciptakan. Bahkan orang Jepang juga percaya, golongan darah tidak hanya menentukan sifat dan kepribadian, golongan darah juga berpengaruh besar terhadap hubungan antar sesama, pekerjaan sampai percintaan.

Hmm mirip-mirip ramalan zodiak dong? Bedanya dengan zodiak, kepercayaan menurut golongan darah yang menentukan karakter dan kehidupan seseorang tampaknya lebih realistis ya.

Buku Simple Thinking About Blood Type karangan Park Dong Sun ini mengulas tentang perbedaan karakter pada golongan darah A, B, O dan AB. Buku ini dikemas dalam bentuk komik berwarna yang lucu, sehingga membacanya sangat mengasikkan dan gak ngebosenin ky buku pelajaran, hhe.

Dibagi menjadi empat bagian :
Bagian 1 Mengetahui sifat seseorang melalui golongan darah;
Bagian 2 Hubungan sosial antargolongan darah;
Bagian 3 Cerita seru golongan darah;
dan Bagian 4 Diary bergambar si Cowok Gila.

image

Judul : Simple Thinking About Blood Type
Penulis : Park Dong Sun
Penerjemah : Achie Linda
Penerbit Haru
Cetakan ke12, Januari 2015
Tebal 258 halaman

Dari empat bagian utama dalam buku tersebut dibagi lagi menjadi beberapa sub bagian yang lebih spesifik dengan latar kejadian sehari-hari dan setting yang berbeda-beda. Misalnya pada sub bagian berjudul Janji Jam Tiga Sore, diceritakan bahwa golongan darah yang paling tepat waktu adalah golongan darah A dan AB, golongan darah O datang terburu-buru karena telat dan… golongan B malah masih aja santai dirumah. Fiuhhh, ini deh yang ngejelasin entah dari jaman kapan kalau janjian pasti saya selalu datang pertama. Golongan darah saya A, bytheway. 🙂

image

Dan banyak ulasan cerita dalam buku Simple Thinking About Blood Type yang kerasa ‘ih pas banget sih’ Saya sangat suka ulasan-ulasan sederhana karakteristik tiap golongan darah dalam satu situasi yang sama, kocak banget. Yang pasti sih buku ini bisa jadi bahan perbandingan atau sekedar bantuan dalam memahami sifat diri sendiri maupun orang lain.

Yang kurang saya suka dari buku ini hanyalah bagian terakhir buku, Diary bergambar si Cowok Gila, yang sepertinya adalah cerita mengenai sosok pengarang buku ini. Bagian ini berisi entri harian si cowok gila yang sayangnya tiap entri tidak saling berhubungan, jadi agak gak nyambung. Sedikit mengganggu deh. Huhuhu.

image

Reading challenge : A book was originally written in different language. (In this case, Korean language), checked.

Book Review : #88 Love Life – Diana Rikasari

I’m so suprised pas pertama kali pegang bukunya, ternyata bukunya kecil dan tipisssss. Apalagi harganya lumayan, hmm saya belinya pas diskon 50% sih di salah satu situs onlineshop, so it’s a good deal for me 🙂

image

Judul : #88 Love Life
Penulis : Diana Rikasari
Ilustrator : Dinda Puspitasari
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan 4, Januari 2015
Tebal 128 halaman

Pas buka halaman demi halaman, it’s feel so fun. Bold and colourful ky kepribadian Diana Rikasari, penulisnya. Diana Rikasari is one of famous blogger from Indonesia, terkenal dengan gaya fashion yang unik dan ceria.

image

Pada dasarnya, buku #88 Love Life ini berisi kutipan kalimat-kalimat motivasi or let me say it’s full of quotes. Ide buku ini sederhana ya, quotes tentang cinta dan kehidupan. Love and Life. Emang sih jaman sekarang mudah banget buat kita cari kutipan kalimat motivasi yang bagus, googling and we’ll find millions quotes outhere. So what’s so special about this book?

image

Membuka halaman demi halaman buku ini sangat menyenangkan, soalnya penuh ilustrasi yang cantik dan lucu. Oiya sangking tipisnya buku ini, dengan font besar dan ilustrasi, kita ga perlu waktu lama untuk menyelesaikan seluruh halaman namun untuk dapat mendalami makna-makna dibalik quotes yang tersebar didalam buku ini, baiknya kita gak sekedar membaca buku ini sembari lalu saja, hmm atau seperti yang tertulis dibelakang bukunya ‘this book is essential to your daily #whatsinsidemybag, so you will always feel inspired’, maksudnya ya oke buat dibawa kemana-mana, jadi kalo bad day or whatsoever, kita bisa langsung membaca kembali kata-kata tersebut dan merasa lebih baik.

Anyway, buku #88 Love Life ini ditulis dalam bahasa Inggris, saya pribadi memang lebih suka quotes yang ditulis dalam bahasa Inggris dibanding bahasa Indonesia. Lebih dapet aja feelingnya. Mungkin karena itu lah buku ini cepet banget soldout bahkan digemari sampai keluar negeri segala. Selain itu, buku ini lucu banget buat dijadiin properti foto, you can search in instagram, and you’ll understand why.
image

This book is full of positive thoughts, bagus dijadiin kado untuk teman atau orang yang terkasih.

Reading challenge : A book with number in the title, checked.

Book Review : Mockingjay – Suzanne Collins

Revolusi telah dimulai.
Dan Katniss Everdeen adalah mockingjay, simbol pemberontakan.

Dari dua review saya sebelumnya, saya belum menuliskan arti simbol gambar burung yang ada disampul buku, ya kan?

Nah, burung itu adalah mockingjay.
Merupakan spesies campuran dari burung Jabberjay dan Mockingbird.
Awalnya, Jabberjay adalah mutt burung mata-mata ciptaan Capitol yang dapat menirukan suara semirip mungkin dengan aslinya. Setelah pemberontakan usai, spesies burung ini akan dipunahkan, tapi tanpa diduga oleh Capitol, dialam liar burung jabberjay telah kawin silang dengan burung mockingbird sehingga muncul spesies baru bernama mockingjay.

Seperti jabberjay, mockingjay memiliki kemampuan untuk menirukan suara, hanya saja mereka mau menirukan lagu yang dinyanyikan oleh jenis suara tertentu. Lalu menyebarkan lagu tersebut kepada mockingjay yang lain sampai mockingjay dalam seluruh komunitas tersebut mengulangi lagu itu. Siulan mockingjay inilah yang dijadikan tanda Rue dan Katniss di buku pertama.

Distrik 12 tidak ada lagi. Capitol menghancurkannya.
Katniss selamat dalam pertarungan the Hunger Games dua kali, bersama para pemberontak dan orang-orang yang selamat, mereka ditampung di distrik 13. Distrik yang katanya telah dimusnahkan Capitol puluhan tahun yang lalu itu ternyata masih hidup, disana mereka hidup ratusan meter dibawah tanah dengan segala teknologinya. Presiden Coin, dari distrik 13, menginginkan Katniss menjalankan peran sebagai mockingjay, melakukan propo (iklan provokatif) yang ditayangkan dengan membajak siaran untuk ditayangkan dan bertujuan untuk mengangkat semangat distrik-distrik lainnya untuk dapat bersatu melawan Capitol. Tapi Capitol tidak tinggal diam dengan menyerang distrik-distrik yang memberontak. Banyak korban yang tewas dari dua pihak. Terlalu banyak korban yang jatuh berguguran, termasuk orang-orang yang disayangi Katniss…

image

Judul : Mockingjay
Penulis : Suzanne Collins
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Alih bahasa : Hetih Rusli
Cetakan ke14, 2014
Tebal 423 hal.

Dibuku ini, kita mendapatkan porsi Gale yang lebih banyak dari dua buku sebelumnya. Gale, well yeah, dia tipe pemburu, kuat dan tegas. Peeta, yang menjadi tawanan Capitol karena terlambat diselamatkan dalam Quarter Quell, agak sedikit menderita dan kehilangan kehangatan as Peeta used to be. I miss him.
Sepanjang buku ini saya mengkhawatirkan tokoh Peeta, saya menginginkan ia tetap hidup, sehat dan menjadi Peeta sediakala.

Tidak hanya Peeta yang menjadi labil karena siksaan Capitol, pemenang The Hunger Games lainnya seperti Finnick, Johanna dan tentu saja Katniss juga jadi agak ambigu dan mengesalkan dibuku ini. Mereka jadi agak sedikit rusak. Bukan rusak fisik, tapi mentalnya. But i think Suzanne Collins create them to be cant be fixed after the Hunger Games, Haymitch misalnya, bertahun-tahun ia gak menikmati kemenangannya, ia sendirian dan mengisi waktunya dengan mabuk-mabukkan untuk melupakan apa yang menghantui pikirannya. Bahkan Finnick yang terlihat mempesona dan dikelilingi wanita, dibalik itu semua, pemenang tetaplah pion dalam the Hunger Games.

Endingnya? Hmm sepertinya sesuai dengan yang saya inginkan.

“Sejujurnya nenek moyang kami sepertinya tidak terlalu bisa dibanggakan. Maksudku, lihatlah keadaan yang mereka tinggalkan untuk kami, dengan perang dan planet yang rusak ini. Jelas, mereka tidak peduli apa yang terjadi pada orang-orang yang lahir setelah mereka” (hal.96)

Reading Challenge : A Trilogy, checked.

Book Review : Catching Fire – Suzanne Collins

Keberanian Katniss yang mengancam bunuh diri bersama Peeta dengan menggunakan berry nightlock diarena, menyebabkan mereka berdua keluar menjadi pemenang pada the Hunger Games ke 74. Sebenarnya tindakan itu merupakan pembuktian Katniss dan Peeta bahwa mereka bukanlah hanya sekedar pion permainan Hunger Games dan Capitol, tapi ternyata tindakan tersebut diterima secara tersirat oleh masyarakat sebagai simbol dan membangkitkan semangat pemberontakan dibeberapa distrik.

Tahun ini adalah perayaan the Hunger Games yang ke 75 atau disebut dengan Quarter Quell, permainan the Hunger Games yang dibuat berbeda dan dirayakan setiap 25 tahun sekali. Setiap Quarter Quell memiliki peraturan yang berbeda-beda dan tanpa diduga Quarter Quell yang ketiga tahun ini mengharuskan tiap distrik mengirim 2 orang para pemenang the Hunger Games yang masih hidup untuk bertarung kembali.

“Pada perayaan yang ketujuh puluh lima, sebagai pengingat para pemberontak bahwa bahkan yang terkuat pun takkan bisa mengalahkan kekuatan Capitol, para peserta lelaki dan perempuan akan dipilih dari nama-nama pemenang yang masih hidup” (hal. 194)

Katniss tahu Peeta akan turun ke arena untuk menemani dan melindungi Katniss sebagai satu-satunya pemenang perempuan dari distrik 12. Tapi kali ini Katniss bertekad untuk melindungi Peeta dan membuatnya tetap hidup, walaupun harus mengorbankan nyawanya sendiri. Apalagi peserta Quartel Quell ketiga ini tidak bisa dianggap remeh karena mereka semua adalah pemenang dan sangat lihai membunuh. Haymitch hanya berpesan kepada Katniss agar dia tahu siapa sebenarnya musuhnya.

image

Judul : Catching Fire – Tersulut
Penulis : Suzanne Collins
Alih bahasa : Hetih Rusli
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan ke 14, Januari 2014
Tebal 420 hal

Buku kedua dari trilogi the Hunger Games ini tidak kalah seru dari buku pertamanya, walau kalo dibandingin ya, saya lebih suka buku pertamanya, lebih greget gimana gitu hhe.

Dengan tema utama yaitu perjuangan dan pengorbanan, di buku Catching Fire ini kita juga disuguhkan pertarungan batin Katniss dan menunjukkan lebih dalam mengenai sosok Katniss Everdeen, walaupun ia dianggap pahlawan dan simbol pemberontakan, ia tetaplah seorang perempuan yang rentan dan memiliki ketakutan-ketakutan dalam dirinya
Selain itu, ditunjukan bagaimana kegalauan Katniss dimana persahabatannya dengan Gale yang tidak sama lagi karena mereka menyadari bahwa mereka saling mencintai, tapi karena the Hunger Games ia harus terpaksa terlihat cinta mati pada Peeta.

Ahh Suzanne Collins memberi kita pilihan yang sulit. Gale vs Peeta, they both hot and kind and handsome and aaaaaaa~ ok, i choose Peeta, soalnya selesai baca Catching Fire sampe jam sebelas malem, malemnya saya langsung mimpiin Peeta *entahapa *abaikan.

Anyway, cant wait to read the last book!
Reading challenge : A book that became a movie, checked. About Catching Fire the movie and cast, you can read here

The Hair Story

Cutting hair is like cutting half of our life.
It’s dramaticaly changing you.

Dari tahun ke tahun, rambut saya panjang gitu gitu aja. Berhubung ga bisa hair do (kuncit, bun dll) i just let them tergerai.

Punya rambut panjang lurus is so tipikal.
I am bored. Life is too short to have just one look.

image

Then i cut my hair to medium

image

And then this short.

image

What do you think?

The best thing from this hair thingy is they will grow back again. Just wait.