Book Review : Return – Elvira Natali

Return merupakan novel kedua karangan penulis muda asal Lampung, Elvira Natali. Berbeda dengan novel pertamanya, Janji Hati yang bergenre Teenlit, novel Return ini bergenre Amore. Tapi tetap saja, dua novel ini memiliki satu tema utama yaitu Cinta, satu kata yang dapat menjelma menjadi berjuta cerita.

Return oleh Elvira Natali
Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama
Tebal 225 halaman
Cetakan I Februari, 2014

Novel ini terbagi menjadi 3 chapter.
Chapter pertama menceritakan kisah cinta antara Felicia Volney, gadis cantik blasteran Manado dan Italia, dengan Marcel Darmawan. Rumah mereka berada dalam satu komplek yang sama, bersahabat sejak kecil kemudian saat beranjak remaja saling jatuh cinta. Orangtua Feli dan Marcel sangat mendukung hubungan mereka bahkan sudah direncanakan pertunangan soon after Feli selesai SMA dan sebelum Marcel yang akan pergi studi ke Milan. Pertunangan mereka pun akhirnya dilaksanakan, dihadiri keluarga dan teman, bahkan sahabat dekat ibu Felicia selama kuliah di Jepang, Ayumi Nagato ikut hadir di acara pertunangan Feli dan Marcel tersebut.

Chapter kedua
Sebenarnya Milan menyimpan masa lalu yang kelam bagi Feli, karena ayahnya meninggal disana saat Feli masih berusia 13 tahun. Hal itu adalah kenangan yang menyakitkan baginya, sampai saat ini pun ia belum dapat menghapus susa-sisa kepahitan itu sepenuhnya. Dan kali ini seperti mimpi buruk yang terus mengejar, Milan kembali memberi Feli trauma, Marcel, tunangannya kecelakaan dan menderita amnesia sehingga tidak mengingat siapa Feli. Feli yang sedih dan patah hati karena Marcel, berusaha melanjutkan hidupnya, ia akhirnya menerima tawaran beasiswa sekolah musik di Julliard, New York.

Chapter ketiga
Hanya butuh waktu 5 tahun bagi Felicia untuk berlatih dan memiliki karier sebagai penyanyi terkenal. Sebagai tuntutan pekerjaan, Feli harus melakukan syuting video musik, dan kali ini syuting itu akan diadakan di Milan! Feli yang memiliki kenangan buruk akan Milan merasa takut tapi karena ia harus profesional, ia akhirnya memberanikan diri berangkat ke Milan. Di Milan ia bertemu dengan Michio Yutaka. Yutaka adalah model untuk video musik Feli. Secara tak sengaja mereka menjadi dekat dan saling merasa nyaman satu sama lain, Yutaka pula yang membantu Feli mengatasi traumanya atas Kota Milan, mereka melewatkan waktu singkat bersama menjelajahi Milan. Tapi masa indah itu berakhir ketika Yutaka menerima kabar bahwa ibunya sakit dan ia harus pulang ke Jepang, Yutaka meminta Feli untuk menyusulnya ke Jepang.

Ternyata Jepang memberi kenyataan yang tak disangka-sangka oleh Feli, kenyataan apakah itu? Bagaimanakah kelanjutan hubungan Feli dan Yutaka? Lalu bagaimana dengan Marcel?

“Aku tak pernah berpikir sebelumnya bahwa kebahagiaanku adalah yang terpenting bagimu. Kalau begitu, sejak saat ini aku juga ingin melakukan hal yang sama, membuatmu bahagia” – Return, hal. 218

***

Entah kenapa, saya merasakan kurang feel ketika membaca novel Return ini dibanding novel pertama Elvira Natali, Janji Hati (buku Janji hati ini saya belum buat reviewnya, buku dipinjem temen belum dibalikin juga 😦 )
Kekurangan yang saya dapat di novel Return ini adalah saya merasa kurang dijelaskan bagaimana dalamnya perasaan dan romantisme antara Marcel dan Felicia. Yaa, kecuali si Marcel yang terus-terus berkata manis dan Feli selalu nanggepin dengan Marcel yang jago ngegombal. well, cewe memang suka digombalin sih emang. Hehe. Satu lagi, Marcel yang hilang ingatan, kenapa Marcel hanya harus lupa pada sosok Felicia? Hmm.

Overall, novel ini cukup menghibur, kata-kata manis yang tersebar dinovel ini bagus-bagus buat dijadikan quote. Dan ya, dalam kisah cinta selalu ada kesedihan dan kebahagiaan.

“Aku akan selalu mencintaimu. Namun kau dan dunia tak perlu tahu itu…”
image

Selalu menunggu hasil karyamu selanjutnya, Vira. I know you’ll be growing big and better, u have the time, opportunity and ofcourse lotsa talents. tetap semangat ya! Xoxo

Happy World Book Day!

Saya cinta sekali dengan buku.
Bersama buku, saya bisa bermimpi bahkan saat saya terbangun..
Bersama buku, saya bisa berpergian jauh tanpa perlu berpindah tempat..
Saya gak tahu bagaimana saya tanpa buku.. 🙂

Kecintaan saya pada buku dimulai saat umur belia, kalo gak salah inget umur 4-5 tahun, saya sudah rajin melahap buku dan koran-koran. Saya suka membaca, bahkan segala papan reklame dijalan pun saya baca, hehe.
Pada masa itu bacaan kesukaan saya adalah Majalah Bobo, saya seperti memiliki chemistry dengan majalah ini, bahkan dulu saya sempat berikrar gak mau meninggalkan Majalah Bobo, yah tentu saja akhirnya saya beneran harus berpisah karena saya harus move on ke bacaan yang lebih sesuai umur saya.

Karena saya kurang suka bermain diluar, saya sangat menikmati berdiam diri dikamar sambil melahap buku. Dan karena saya gak suka jajan makanan, bayangpun saya baru nyoba nyentuh kantin sekolah pas saya kelas 2 SMP, hehe uang jajan saya kumpulin buat beli buku. Menurut saya, buku merupakan investasi jangka panjang, koleksi yang bisa disimpen sampe usia saya tua.

Tapi tetap saja perjuangan mengumpulkan buku gak semulus yang saya inginkan. Orangtua saya bukan termasuk orangtua yang memanjakan anaknya, jadi buku-buku bacaan yang saya beli kala itu adalah murni dari uang simpanan jajan saya yang gak seberapa. Karena rumah saya tergolong tidak besar dan gak punya rak khusus buku, jadi buku-buku saya simpan didalam lemari baju. Penuh sekali! Dan yang paling menyebalkan dan masih teringat jelas buat saya adalah hari dimana mama membersihkan buku-buku saya dengan meloakannya tanpa sepengetahuan saya! Disaster! Betapa hancur hatiku begitu melihat buku didalam lemari yang sudah berkurang 3/4 nya!

Itulah.. buat orang awam, buku mungkin hanyalah sekedar kertas dan tulisan. Tapi buat saya, pecinta buku, buku adalah barang yang harus dijaga, dihargai dan dicintai. Buku adalah teman setia saya. Buku adalah salah satu hal yang membuat saya bahagia. Kinda cheesy right? But it’s true.

Selamat Hari Buku, 23 April 2014.
* World Book Day yang dirancang oleh UNESCO adalah sebuah perayaan buku dan literasi yang diadakan setiap tahun di seluruh dunia.

image

Ini rak buku saya sekarang, my fave corner in my home.

Be A Smart Buyer with IPrice Coupons Indonesia

Peraturan pertama dalam berbelanja online adalah kita harus menjadi smart buyer. Kenapa? Karena dengan banyaknya web online shop yang menjamur, kita harus pintar-pintar memilih online shop yang terpercaya dan menawarkan harga yang terbaik saat kita berbelanja. Oleh karena itu, kita selalu menantikan moment promo atau diskon yang menarik, ya kan?

Tapi terkadang promo atau diskon yang ditawarkan itu datang pada saat yang tidak tepat, saat produk inceran kita diskon eh kitanya lagi gak ada budget buat belanja. Giliran ada budget, sayang banget mau belanja full price. Sebel banget ya. Nah sebagai smart buyer di dunia online shopping, kamu perlu kenal situs yang satu ini nih namanya ‘ IPrice Coupons Indonesia.

IPrice Coupons merupakan website yang menawarkan kupon diskon untuk belanja di web-web ternama di Indonesia seperti Lazada, Zalora, Qoo10, Groupon Indonesia, Expedia Indonesia dan Streetdeals. Dengan adanya situs IPrice Coupons ini kita gak usah nungguin lagi moment promo atau sale, karena disini kita bisa mendapatkan bermacam kupon belanja sepanjang waktu dengan gratis tanpa biaya ataupun mendaftar, asyik banget ya!

Ada dua jenis kupon yang dapat kita temui yaitu ada kupon yang dapat digunakan untuk semua produk, ada juga kupon yang hanya dapat digunakan untuk penawaran tertentu. Kupon-kupon diskon ini ada yang tanpa masa berlaku, ada juga yang memiliki masa berlaku, jadi sering-sering aja deh kamu cek situs IPrice Coupons ini, so you won’t missed any offers!

Oiya cara menggunakan kupon belanja IPrice juga mudah; tinggal pilih barang yang ingin kita beli pada situs belanja yang telah bekerjasama dengan IPrice Coupons, sebelum check out pembayaran carilah kupon di ‘ IPrice Coupons Indonesia yang sesuai dengan barang yang akan anda beli. Kemudikan klik pada kolom untuk mendapatkan kode kupon kemudian copy paste kode kupon ke situs tempat anda berbelanja tersebut, tambahkan kode kupon dari IPrice Coupons ke kolom voucher kode yang tersedia. Jika kode kupon berhasil digunakan, maka jumlah yang harus anda bayar otomatis telah dikurangi voucher dari kode kupon yang sudah kita masukkan tadi.

Atau jika kita hanya ingin mencari inspirasi dari penawaran-penawaran dan kupon yang disediakan oleh IPrice Coupons terkait dengan website belanja online favorit kamu, kamu bisa mengklik Pilihan Toko yang berada di bagian kanan halaman utama website IPrice Coupons

Pilihan Toko IPrice Coupons

Contohnya jika kamu ingin mencari penawaran apa saja yang terdapat di http://www.lazada.co.id, maka kamu bisa mengklik logo ‘‘Voucher Lazada Indonesia.’ seperti yang tertera di gambar di atas. Dan taraa, muncullah bermacam kupon dan voucher diskon Lazada Indonesia 2014 yang disediakan oleh iPrice Coupons.

Voucher Lazada IPrice

Pada contoh diatas tersedia penawaran kupon dan voucher diskon tanpa ada masa berlaku, jadi kamu bisa langsung klik Ambil Penawaran dan otomatis akan terbuka tab baru pada browser internet anda yang menuju pada halaman barang yang dimaksud.

Mudah sekali bukan? Dengan kupon belanja dari IPrice Coupons ini, menjadikan kita smart buyer dan kita jadi lebih berhemat setiap kali berbelanja. Happy shopping! 🙂

Product Review : The Body Shop Rainforest Shampoo

Shampoo!
Udah banyak banget gonta ganti merk shampoo, pokoknya yang di drugstore udah hampir saya cobain semua, dulu saya shampooan sehari bisa dua kali soalnya rambut selalu berasa lepek setelah seharian beraktivitas, tapi akhirnya rambut jadi super keriiiiing, kalo ketiup angin jadi jigrak kasar gitu, gak banget deh.

Karena udah hopeless sama shampoo yang ada dipasaran, saya akhirnya iseng masuk ke store The Body Shop dan dipilihin lah sama mba SA nya The Body Shop Rainforest Shampoo. Seri Rainforest Shampoo ini ada empat varian : Moisture (untuk rambut kering), Shine (untuk rambut normal), Radiance (untuk rambut diwarnai) dan Volume (untuk rambut tipis agar lebih mengembang). Maka SA memilihkan saya varian Moisture yang cocok dengan kondisi rambut saya saat itu. Harganya lumayan juga, apalagi saat itu saya terbiasa memakai shampoo drugstore yang harganya gak pernah nyampe 50k, so this one is kinda pricey for 250ml its cost 109k and 400ml cost 149k (ini harga tahun lalu ya, sekarang produk TBS udah naik lagi kisaran @30-40k). Untuk percobaan pertama itu, saya langsung membeli The Body Shop Rainforest Moisture Shampoo, TBS Moisture Conditioner, TBS Moisture Hair Butter dan TBS Grapeseed Glossing Serum. Percobaan yang gak setengah-setengah ya 😀

image

Saya udah ngeluarin budget lebih dan guess what? I fall in love with The Body Shop Shampoo and Hair Care. Setelah beberapa kali pemakaian, kerasa banget bedanya, rambut jadi lebih halus dan mudah diatur. Oiya saya juga sekarang bisa shampooan 2-3 hari sekali. Seneeeeng :))

The Body Shop Rainforest Shampoo ini adalah jenis shampoo yang sehat buat rambut, kenapa? Karena The Body Shop Rainforest Shampoo ini NO Silicones No Sulphates No Colourants & No Parabens! Keempat kandungan itu tak ada di dalam ingredients shampoo ini.
Since it’s non SLS (sodium lauryl sulfate), tekstur shampoo ini gak berbusa (no detergent).  But its really no problem for me, saya sih ngakalinnya dengan bener-bener basahin rambut dan shampoonya dikucek dulu ditangan sampe ada sedikit busanya sebelum ditaro dirambut, trus kalo kurang puas shampooannya diulang dua kali. Sehabis keramas, gak lupa pake TBS Grapeseed Glossing Serum untuk perawatan sehari-hari, rambut jadi lebih nurut dan mudah ditata.

Sekarang TBS Rainforest Shampoo and TBS Grapeseed Glossing Serum is my HG haircare, saya udah ganti dari varian Moisture ke Shine, Shine wanginya lebih enak hihi kalo conditioner TBS Rainforest saya sebenernya kurang suka, too thick, malah harus buka tutup botolnya segala untuk ngeluarin isinya, jadi boros deh, jadi kalo condi saya masi berpetualang make merk-merk lain or i prefer to use TBS Hair Butter sebagai pengganti conditioner.

Book Review : The Time Traveller’s Wife – Audrey Niffenegger

Masih euforia karena membaca buku tentang perjalanan waktu, maka saya mengambil buku bertema serupa dalam bookshelf saya berjudul The Time Traveller’s Wife (Istri Sang Penjelajah Waktu) karya Audrey Niffenegger terbitan Gramedia Pustaka Utama.

time-t-w

 

The Time Traveller’s Wife merupakan cerita romance yang disajikan dengan jalan cerita yang cukup rumit. Kita harus mengingat tahun dan kejadian yang terjadi antar tokoh karena tokoh utama novel ini, karena Henry DeTamble, sang tokoh utama, sering sekali berpindah waktu.  Berbeda dengan cerita perjalanan waktu pada umumnya, Henry tidak dapat mengontrol kapan dan dimana ia akan melakukan perjalanan waktu. Kemampuan menjelajah waktu Henry merupakan kelainan genetis dan otak dalam tubuhnya.

Dalam salah satu perjalanan waktunya, Henry bertemu dengan Clare Abshire kecil yang masih berumur 6 tahun, yang lalu secara berkala dimulailah pertemuan Henry dan Clare.  Clare dengan setia menanti Henry berdasarkan daftar yang dibuat Henry untuknya.   Clare pernah berbicara bahwa ia bahkan tidak memiliki pilihan. Clare menerima Henry apa adanya dan telah mencintai Henry sepanjang hidupnya, ia percaya mereka ditakdirkan bersama. Karena mau bagaimanapun, Clare tahu bahwa ia akhirnya pasti akan menjadi istri Henry, Henry yang selalu membuatnya cemas dan khawatir karena  bisa datang dan pergi tanpa diduga dalam kehidupan Clare. The Time Traveller’s Wife tidak hanya berkutat tentang masa lalu kehidupan Henry dan Clare, tetapi juga kehidupan di masa depan setelah mereka menikah dan memiliki seorang anak perempuan.

The Time Traveller’s Wife secara keseluruhan merupakan kisah cinta sejati antara Henry dan Clare.  I think this is a good book to read for romance’s lover, but for me buku bergenre romance sebenarnya bukanlah genre favorit saya, jadi ketika saya memutuskan membaca buku dengan tebal 656 halaman ini, saya membutuhkan perjuangan dan kesabaran untuk menuntaskan buku ini sampai selesai. 3 from 5, in this case, i prefer to watch the movie than read the book hehe 😀

“Maybe I’m dreaming you. Maybe you’re dreaming me; maybe we only exist in each other’s dreams
and every morning when we wake up we forget all about each other.”

 4785636148_9fa8f72528_z

(The Time Traveller’s Wife Movie, 2009 starring Eric Bana and Rachel McAdams)

Book Review : The Joshua’s Files Series – MG. Harris

Bacaan awal tahunku dimulai dengan  buku The Joshua’s Files yang diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama, merupakan buku bergenre Young Adult karya penulis Inggris, Maria Guadalupe Harris. Tema besar buku ini adalah Ramalan Suku Maya mengenai akhir dunia pada Desember 2012, walaupun ramalan itu terbukti salah karena Alhamdulillah dunia masih berputar sampai hari ini di tahun 2014, hehe buku The Joshua Files ini tetep gak ketinggalan jaman kok buat dibaca, karena cerita yang dituliskan MG. Harris tentang petualangan yang dialami oleh Joshua sangatlah menarik dan seru. Mari kita baca review singkatnya 🙂

1.  The Joshua’s Files #1 Invinsible City : Kota yang Hilang

image

 

Cerita diawali dengan berita kematian ayah Joshua, Andrea Garcia, karena kecelakaan pesawat saat melakukan ekspedisi di Meksiko. Polisi bahkan menyimpulkan bahwa Andrea Garcia dibunuh oleh suami dari wanita selingkuhannya. Tentu saja, berita tersebut membuat Josh dan ibunya shock berat, ibu Josh bahkan harus dirawat di Rumah Sakit. Tapi Joshua Garcia, yang baru 13 tahun, tidak mempercayai begitu saja kabar mengenai kematian ayahnya tersebut, Josh yakin bahwa ayahnya masih hidup disuatu tempat, selain itu ada beberapa bagian yang hilang dalam penyelidikan polisi, ada yang aneh dalam kasus ini, begitulah insting Josh. Maka Josh pun melakukan investigasinya sendiri, ia mulai membuat blog dan menuliskan hasil kesimpulan dari penyelidikannya. Ditemani dengan TopShopPrincess, Ollie salah seorang pembaca blog Josh dan Tyler Marks – teman Capoiera Josh, mereka bahkan terbang langsung ke Meksiko untuk mencari tahu kebenarannya. Joshua pun mendapati kenyataan bahwa ayahnya sedang menjalani misi rahasia, bahwa ia adalah keturunan Suku Maya dan merupakan Bakab Ix, penjaga Buku Ix.

Dibuku pertama ini saya belum merasakan gregetnya, terutama karena alurnya terasa melompat dan ada beberapa adegan yang terasa memaksa, ditambah lagi aku kurang suka bagian font blog Joshua. Tapi semua itu terobati karena cerita petualangan Josh ini lumayan seru dengan peradaban Suku Maya sebagai latarnya dan misteri tentang ramalan kiamat tahun 2012 ini bikin saya penasaran buat baca buku berikutnya.

2. The Joshua’s Files #2 Ice Shock : Kejutan di Gunung Es

Pada Buku kedua, The Joshua Files #2 Ice Shock, merupakan kelanjutan dari misteri kematian ayah Josh. Buku kedua ini lebih seru dibanding buku pertama, Josh banyak bertualang di Ek Naab, kota rahasia Suku Maya, menghadapi sekte Huracan, memecahkan kode rahasia pada kartu pos yang dikirim dari masa lalu, dan dibuku inilah perjalanan waktu diungkit. Dari kode rahasia kartu pos, dibimbinglah Josh ke Gunung Orizaba, siapakah yang akan ditemui Josh di gunung es itu? Saya mau cerita sedikit spoiler dari buku ini, Josh akhirnya bertemu dengan ayahnya! Ayahnya tidak meninggal, ia hanya amnesia.. dan ada kisah tentang perjalanan waktu, bila melihat teknologi canggih dari Ek Naab, ga ada yang ga mungkin kan?

3. The Joshua’s Files #3 Zero Moment : Titik Nol

Diseri ini Joshua makin beranjak remaja, merasakan emosi dan cemburu ala ala abege, haha. Setelah petualangannya di Gunung Orizaba, Josh sebenarnya berusaha menjalani kehidupan sebagai remaja normal, tetapi ternyata takdirnya sebagai Bakab Ix membuatnya masih menjadi incaran Sekte Huracan, musuh Ek Naab. Di sini pula Josh mencoba memperbaiki Gelang Itzamna untuk melakukan impiannya, berjalan menembus waktu agar bisa menyelamatkan ayahnya. Setelah buku kedua, saya makin menikmati membaca seri petualangan The Joshua’s Files ini, karena ceritanya makin seru dan makin tegang. Ok, lets go to the next series 😀

4. The Joshua’s Files #4 Dark Parallel : Dunia Paralel

Joshua melakukan perjalanan waktu lagi, kali ini ia tidak sendirian, ia ditemani Ixchel. Who’s Ixchel? Ixchel sebenarnya sudah muncul dari buku pertama, ia adalah anak dari Suku Maya yang dijodohkan dengan Josh. Tapi dibuku ini Ixchel malah diceritakan berpacaran dengan Benicio, sepupu Josh, kebayang dong gimana perasaan Josh? Apalagi sejak buku ketiga, Josh mulai merasakan ‘sesuatu’ ke Ixchel. Ok, enough about Josh and Ixchel, hihi.

Pada buku ini terungkap mulai dari fakta teknis penggunaan gelang Itzammna, penjelasan metafisika perjalanan waktu, konsekuensi yang di dapat akibat perjalanan waktu dimana Dark Parallel pada intinya adalah ketika kita melakukan perjalanan waktu maka akan selalu ada hal yang berubah dimasa depan atau dalam bahasa lainnya ‘The Butterfly Effect’ (saya jadi teringat judul film yang dibintangi Ashton Kucher).

5. The Joshua’s Files #5 Apocalypse Moon : Bulan Terakhir

Berbeda dengan perjalanan waktu Josh sebelumnya, kali ini Josh menggunakan Gelang Itzamna untuk pergi ke masa depan, ke masa setelah tahun 2012 ketika supergelombang galaksi menghantam bumi. Di masa depan ini, Sekte Huracan benar-benar menguasai bumi, banyak kekacauan terjadi, pemandangan ini bukanlah kejadian yang ingin Josh lihat. Bersama Tyler dari masa depan, Josh berusaha memperbaiki kejadian 2012 sebelum semua itu terjadi. Untuk itulah Josh mencari Suku Erinsi terakhir untuk menghidupkan mesin bulan. Karena hanya Suku Erinsi yang mampu menyelamatkan bumi dari Supergelombang galaksi pada akhir 2012.

Overall, saya sangat menikmati membaca The Joshua’s Files series ini, apalagi setelah membaca buku ketiga sampai terakhir, saya sudah tenggelam kedalam petualangan Joshua dan bahkan ketika buku ini berakhir i just feel i dont want this end! Akhirnya teka-teki cerita ini terangkai menjadi satu gambaran utuh ketika membaca kelima bukunya. Saya menyukai adegan action dan science fiction yang tersebar di kelima buku ini, ditambah lagi imajinasi penulis mengenai Suku Maya, perjalanan waktu, dan teknologi kuno. Nice books!

My Fashion Icon and Beauty Crush!

Dibandingin mandangin cowo cowo cakep, saya lebih suka lihat cewe cakep! Eits, bukan berarti saya gak normal ya, saya suka lihat cewe karena cewe sangat beragam dan have their own unique style (to steal and adopt too)

And my fashion icon and beauty crush are goes to :
1. Zooey Deschanel
Why i love her : her sense of style nya okeee bangets, wearable dan bisa ditiru untuk sehari-hari, gaya fashionnya sendiri vintage ala tahun 1960an, which i love. But overall, gaya fashion Zooey ini sangat simple, youth and chic banget buat saya. Pas kalo kepengen girly look and i really want her beautiful hair, megar megar ala ala 60an gitu, secara rambutku tipis dan perlu usaha banget buat stylingnya.

image

image

Selain sebagai aktris, Zooey juga seorang penyanyi loh, aaah another plus point why i really love this girl, i love her voice! Kita bisa dengerin suara Zooey bermusik bareng partnernya M. Ward di duo She and Him. Oyaa aku juga suka lihat dia duet bareng Joseph Gordon Levitt, pas banget pokoknya. Sukaaaaa~

image

image

image

2. Alexa Chung
Why i love her : she look effortlessly stylish and edgy. And also she have those long legs, aaa pengeen hihi. Stylenya Alexa ini simple, kadang dia juga rada boyish, kinda messy tapi teteup keren mak 😀

image

image

image

Sebenernya i have lotsa beauty crush, such as Emma Watson, Jennifer Lawrence, Olivia Palermo, Leighton Meester, Blake Lively, Agyness Deyn, Drew Barrimore etc, tapi menurut saya Zooey Deschanel and Alexa Chung are more suitable for my personality.

And i hope i can be as stunning as them!