Book Review : Never Let Me Go – Kazuo Ishiguro

Judul : Never Let Me Go – Jangan Lepaskan Aku
Pengarang : Kazuo Ishiguro
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, September 2011
Tebal : 358 halaman

image

Never Let me Go adalah salah satu novel dystopia karangan Kazuo Ishiguro, seorang novelis Jepang berkewarganegaraan Inggris.

Menurut wikipedia, dystopia adalah “sebuah visi, biasanya tentang masyarakat masa depan, yang berkembang sebagai versi negatif utopia”. Dystopia juga biasanya berdasarkan kontrol sosial yang represif, hilangnya kebebasan individual dan ekspresi serta selalu didalam keadaan perang/kekerasan.

Dalam novel Never Let Me Go ini, mengambil arti dystopia yang sederhana yaitu sebuah visi masa depan yang negatif karena hanya menggunakan elemen dystopia tanpa latar belakang perang/kekerasan.

Novel ini terbagi menjadi 3 bagian.
Bagian pertama berkisar pada tahun 1970an bercerita tentang kehidupan ketiga tokoh utama. Kathy, Ruth dan Tommy ketika menghabiskan masa kecilnya di Hailsam. Hailsam adalah sebuah sekolah yang berada dipedalaman negara Inggris, jauh dari hiruk pikuk kota besar. Bedanya dengan sekolah umum, murid-murid Hailsam diisolir dari dunia luar, mereka hanya hidup dilingkungan sekolah dan diawasi oleh para guardian. Tapi walau terisolir, di Hailsam mereka dirawat dengan baik. Mereka mempelajari seni, olahraga dan ilmu pengetahuan seperti umumnya siswa disekolah lainnya. Murid-murid diawasi secara ketat terutama soal kesehatan. Tidak diperbolehkan merokok dan rutin menyantap makanan bergizi.

Hingga diketahuilah suatu rahasia, bahwa mereka, para murid, sebenarnya bukanlah manusia normal. Mereka adalah kloningan yang diciptakan khusus agar saat nanti mereka dapat mendonorkan organ-organ mereka. Dan secara tersurat, mereka diciptakan untuk rela mengorbankan nyawa bagi orang lain.

Bagian kedua cerita merupakan 7 tahun setelah mereka lulus dari Hailsam dan ditempatkan di The Cottage. The Cottage berada disebuah pedesaan dimana mereka menunggu saat pendonoran mereka tiba.
Kehidupan saat mereka dewasa di The Cottage lebih complicated, karena diwarnai cinta segitiga yang rumit antara Kathy-Tommy-Ruth. Hingga Kathy akhirnya memutuskan memberi jarak kepada Tommy dan Ruth. Kathy kemudian meninggalkan The Cottage dan menjadi perawat khusus yang merawat para pendonor organ.

Bagian ketiga certa berada di era tahun 1990an. Kathy telah menjadi perawat yang sukses dan mendapat penangguhan masa donasi. Sedangkan, Ruth dan Tommy tengag bersiap menjadi pendonor dan sebelumnya mereka telah menjalani 2x masa donasi sehingga keadaan mereka telah memburuk. Sebagai perawat dengan reputasi yang baik, Kathy dapat memilih pasiennya, ia akhirnya memutuskan untjk merawat Ruth dan menjadi langkah awal untuk memperbaiki hubungan mereka yang sempat renggang. Selama masa perawatan ini, Ruth mengungkapkan penyesalan, ia mendorong Kathy untuk menemui Tommy dan mengejar hubungan bersama Tommy. Ruth juga mendorong Kathy agar mencari penangguhan wakty untuk Tommy agar mereka memiliki waktu untuk bersama.
Hailsam akhirnya ditutup karena adanya perubahan opini publik, bahwa Hailsam adalah eksperimen gagal dalam dunia kloning.

Pada akhir bab ini juga akhirnya diketahui untuk apa karya-karya seni murid seperti lukisan dan puisi dikumpulkan, yaitu untuk membuktikan bahwa kloningan juga memiliki jiwa.

Novel ini berakhir dengan kematian Tommy setelah pendonorannya yang terakhir dan kathy yang tetap bersiap-siap untuk mendonasikan organnya.

Hal menarik dari novel ini adalah bahwa novel ini ditulis oleh Ishiguro sebagai sebuah kritik terhadap antroposentrisme. Antroposentrisme : suatu gagasan etis dengan mengorbankan binatang non manusia sebagai sebuah kebutuhan dalam kehidupan manusia itu sendiri. Dan bedanya dengan novel dystopia lainnya, novel karya Ishiguro ini tidak menampilkan tema pemerintahan yang mengekang dan refresif.

Kekurangan dari novel ini adalah di awal-cerita saya merasakan alur cerita yang lambat. Banyak detil masa lalu yang dinarasikan oleh Kathy terasa sedikit membosankan, tapi ketika kita terus membacanya dan menghiraukan beberapa keanehan cerita yang membuat kita curiga dan mengira-ngira isi cerita, lalu voila! Kita masuk ke inti cerita dan dari situlah cerita jadi terlihat sangat berbeda dari sebelumnya.

Novel ini begitu sedih, tokoh-tokohnya begitu pasrah menerima nasib mereka sebagai makhluk kloning, walau tetap ada sedikit pertahanan akan kehidupannya dan tentu saja kisah cinta segitiga.

Novel Never Let Me Go ini diterbitkan pada tahun 2005 dan mendapatkan pujian luas dari kritikus literatur dunia. Time magazine menggelarinya sebagai novel terbaik ditahun 2005 dan memasukkannya dalam Time 100 Best English-Language Novel from 1923 to 2005.

image

Never Let Me Go telah diangkat ke layar lebar pada tahun 2011 oleh sutradara Mark Romanek.

“We all complete. Maybe none of us really understand what we’ve lived through or feel we’ve had enough time”

Advertisements

#Kopdar4 @KlubBuku_LPG dan Launching Novel Teenlit ‘Janji Hati’

Yeay Alhamdulillah terlaksana sudah #Kopdar4 @KlubBuku_LPG pada Sabtu, 6 Juli 2013 di Toko Buku Gramedia Lampung.

image

Acaranya seru dan dihadiri oleh tim @KlubBuku_LPG, 18 orang #SahabatKlubBuku, serta teman-teman komunitas lain seperti @KaskusReg_LPG, @BerbagiNasi_LPG, @LampungHeritage, @AkBer_LPG, Butterfly Lampung, dan @RemajaPeduli.

Dipandu oleh MC kak IJ dan moderator Alan G. Rahmadi.

image

#Kopdar4 @KlubBuku_LPG ini diisi dengan acara launching novel teenlit berjudul ‘Janji Hati’ karya penulis muda asal Lampung, Elvira Natali. Novel yang diterbitkan melalui Penerbit Gramedia Pustaka Utama ini merupakan novel debut Vira, kita panggil saja begitu, biar akrab 🙂
image

FYI, Vira baru berusia 16 tahun dan saat ini masih bersekolah di SMA Xaverius loh. Dia menyukai musik yang menginspirasinya dalam menulis, tokoh Amanda dan Dava dalam bukunya diceritakan menyukai musik klasik.

Proses penulisan buku Janji Hati ini sendiri berjalan selama kurang lebih 2 tahun dengan dibantu 3 editor 0_0

Vira membagi kita beberapa tips dalam #Kopdar4 kemarin, yaitu :
1. Jangan cepat menyerah. Walau naskah Vira sempat ditolak, Vira tetap berusaha dan malah memperbaiki naskahnya.
2. Kita dapat belajar menulis dari membaca buku dan mengikuti organisasi menulis.
3. Ga usah ragu untuk memulai, just write. Urusan editing mah belakangan 🙂
4. Peka dengan keadaan sekitar, mengamati dan perhatian, sehingga lebih real dan menjadi inspirasi bahan tulisan.
5. Jika jenuh menulis, stop for awhile. Refreshing! Tapi jangan lupa untuk memotivasi diri untuk tetap menyelesaikan tulisan. Be responsible for ourself.
6. Biar gak stuck dan tetap teratur, pertama-tama kita harus memiliki alur untuk opening, middle dan ending untuk cerita kita.

Kemudian ada acara games dan doorprize, aku dapet free-book Janji Hati nya, will review it later ya! Well thank you so much buat semua pihak yang sudah hadir di acara #Kopdar4 @KlubBuku_LPG dan goodluck to Vira, ditunggu karya berikutnya!

Metropop!

Suka baca novel bergenre metropop? Jujur, metropop bukanlah genre favoritku, jadi koleksi buku metropop-ku gak terlalu banyak. Bukan karena aku mengunder-estimate buku jenis ini, soalnya pernah dengar kalo genre ini sering dianggap karya kelas dua, padahal proses penulisan dan penerbitan buku ini sama seriusnya dengan novel lain.

Novel metropop ini punya kekhasan bahasa santai, ringan dan basically sangat menyenangkan. So terkadang, kalo mood dan butuh bacaan yang segar dan fun, aku pilih salah satu bacaan metropop untuk menemani hariku.

Hmm apa sih metropop itu?

Dimulai dari serbuan novel populer chicklit dan teenlit terjemahan seperti novel Bridget Jones Diary. Penerbit Gramedia kemudian mengusung novel metropop yang dipopulerkan sekitar tahun 2000an, aku ingat masih duduk di bangku SMA dan begitu tergoda dengan judul dan sampul buku chicklit dan teenlit yang sangat menarik.

image

Bedanya dengan novel chicklit atau harlequin terjemahan, novel metropop ini ditulis oleh pengarang lokal. Bertema kehidupan wanita metropolitan biasanya bercerita tentang kisah percintaannya. Novel metropop pertama yang diterbitkan oleh Gramedia berjudul “Jodoh Monica” karya Alberthiene Endah yang kemudian disusul oleh banyak penulis lain yang muncul dari sayembara menulis Novel Metropop yang diselenggarakan oleh Gramedia. Hingga kini ada banyak sekali judul novel metropop yang telah diterbitkan dan tetap digemari oleh para pembacanya.

Oh ya, aku sempat menulis tentang chicklit dan teenlit juga diatas. FYI, chicklit adalah novel yang bersetting kota besar, dengan tokoh orang muda/lajang (biasanya cewek) yang bergaya hidup urban ala metropolitan, chicklit merupakan istilah untuk buku-buku yang ditulis oleh pengarang luar. Seperti halnya novel metropop, chicklit ini ditujukan untuk pembaca dewasa muda. Sedangkan teenlit merupakan dari teen (remaja) dan literature (bacaan). Jadi cerita di teenlit ini lebih mengangkat tentang kehidupan remaja dibangku SMP atau SMA dikota besar, dengan tema masalah percintaan remaja, cita-cita, kenakalan masa remaja, hubungan persahabatan masa sekolah, hingga masalah keluarga yang mempengaruhi kehidupannya di sekolah. Secara keseluruhan, teenlit ini memang remaja banget, cocok dibaca untuk adik-adik yang masih bersekolah.