Book Review : Rahim – Fahd Djibran

Aku menuliskan reviewku disini karena penulisnya berpesan padaku, ia bilang padaku jika aku menemukan kebaikan dalam buku ini maka teruskanlah kebaikan ini.. Jadi disinilah aku mencoba menyebarkan kebaikan kepada kalian..

image

Judul : Rahim: Sebuah Dongeng Kehidupan
Penulis : Fahd Djibran
Penerbit : GoodFaith Production
Cetakan kedua, Agustus 2010
Tebal : 320 Halaman

Buku ini, Rahim : Sebuah Dongeng Kehidupan, adalah salah satu buku favoritku. Menceritakan tentang kisah janin dalam rahim yang ditulis dengan sangat baik. Fahd Djibran, pengarangnya, menuliskan ilmu pengetahuan dan filsafat kehidupan yang disajikan secara menarik di buku ini melalui cerita.

Ini bukanlah sebuah dongeng kehidupan belaka, banyak yang bisa kita dapatkan dari kisah ini, kisah yang amat penting dalam hidup kita ataupun hidup calon anak kita yang akan terlahir didunia. Apakah kamu pernah mengingat masa 9 bulan yang menakjubkan itu? Buku ini membantu kita mengingatnya, mengajak kita berjalan-jalan dalam alam rahim dan perkembangan si janin dalam bulan ke bulan. Ingin tahu apa yang bisa kita temui disana?

Mari kita temui Dakka Madakka dari suatu tempat bernama Ura. Ia adalah seorang pengabar berita dari Alam Rahim, ia membantuku menceritakan hal-hal hebat yang terjadi di alam rahim.  Dakka mengingatkan kita bahwa alam rahim adalah salah satu proses hidup kita, para manusia sebelum terlahir didunia.

Dakka menceritakan proses bagaimana pertumbuhan janin di dalam rahim. Mulai proses penciptaan janin dari segumpal darah hingga terus tumbuh dan berkembang menjadi seorang bayi. Terdapat berbagai cerita yang menyertai janin dari setiap proses pertumbuhannya, tentang perasaan orangtua ketika menyadari kehadiran janin, bagaimana ia bergerak, belajar mendengarkan dan berbagai hal yang ditemui dalam Alam Rahim tersebut.

Ada banyak quote bagus yang kita temui sepanjang membaca buku ini, antara lain :
1. Tentang istriku, meski sebenarnya aku merasa benar-benar cemburu padamu, aku rela kau merebut hatinya, menyita sebagian besar perhatiannya. Aku hanya memberimu satu syarat: mulai saat ini kau harus memanggilku ‘ayah’. (hal 45)

2. Ayahmu barangkali bukan ayah yang terbaik di dunia, tetapi ia selalu berusaha melakukan dan memberikan segala hal yang terbaik untukmu-sejauh yang ia bisa. (hal. 255)

Merupakan beberapa quote tentang ayah yang terdapat dilembaran kisah ini, menyadarkan kita bagaimana peran ayah dalam kehidupan kita, yang terkadang kita lupakan, bahwa deep down inside ayah selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya bahkan ia rela perhatian sang ibu terbagi. Selain quotes tentang ayah diatas masih banyak lagi kata-kata yang bagus dan bermakna, baca sendiri deh!

“Kamu gak akan tahu bagaimana rasanya menjadi seorang ibu sampai kamu mengalaminya sendiri”
Menjadi seorang ibu membantuku menghayati isi buku ini. Mengingatkan perasaan pertama kali ketika ada janin di rahimku dan aku membayangkan ini adalah kisah anakku saat dialam rahim dan juga kisah aku saat berada di rahim ibuku, yang berkembang tahap demi tahap selama 9 bulan 10 hari. Disinilah, didalam perutku dan didalam perut ibuku dan seluruh wanita didunia, alam rahim itu hadir didunia. Subhanallah. Maha Besar Allah.

Berbahagialah para wanita, berkat Tuhan Yang Maha Pencipta, ia memberikan kita keajaiban semesta, menitipkan kita alam rahim, alam kehidupan untuk keturunan kita. Penerus kebaikan dunia. Jagalah rahim-mu, teman-temanku 🙂

* Buku Rahim : Sebuah Dongeng Kehidupan ini diterbitkan ulang oleh Noura pada tahun 2013 ini dengan judul Semesta Sebelum Dunia.

image

Apakah kamu jadi kangen mamamu? Aku, iya!

image

Advertisements

Book Review : Hujan dan Teduh – Wulan Dewatra

Sudah beberapa lama aku tidak membaca buku terbitan Gagas Media dan cerita roman. Mengapa kali ini aku kembali tertarik membaca buku seperti ini?
This are the reason :
1. Buku ini dikasih sama sahabatku, Emma, yang berpikir koleksi buku-buku dirumahnya gak terurus dan gak punya tempat yang layak. Well u come to the right person, Ems!
2. Kata ‘Hujan’ di judul. For whatever reason, I love rain.
3. Blurb dibelakang buku sangat puitis dan menarik.
4. Covernya manis, khas novel-novel terbitan Gagas Media.
5. Buku ini pemenang pertama lomba 100% Roman Asli Indonesia dari Gagas Media.

image

Judul buku : Hujan dan Teduh
Pengarang : Wulan Dewatra
Penerbit : Gagas Media
Tebal : 248 halaman
Cetakan pertama, 2011

“Kepadamu, aku menyimpan cemburu dalam harapan yang tertumpuk oleh sesak dipenuhi ragu.
Terlalu banyak ruang yang tak bisa aku buka.
Dan, kebersamaan cuma memperbanyak ruang tertutup.
Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan. Ya, jalanmu dan jalanku. Meski, diam- diam, aku masih saja menatapmu dengan cinta yang malu- malu.
Aku dan kamu, seperti hujan dan teduh. Pernahkah kau mendengar kisah mereka? Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan.
Seperti itulah cinta kita. Seperti menebak langit abu- abu.
Mungkin, jalan kita tidak bersimpangan…”

Blurb yang manis kan? Alih-alih mendapatkan kisah cinta ala anak muda yang romantis, we gonna shocked because we found a totally different story than we expect from this book.

Buku Hujan dan Teduh karya Wulan Dewatra ini menceritakan tentang kisah cinta sang tokoh utama bernama Bintang saat SMA dan kuliah, yang diceritakan dengan alur flash-back. Sebagai pembaca, cukup mudah membedakan cerita antara masa kini dan masa lalu karena penulis sengaja membuat perbedaan font normal dan italic untuk menandakan masa lalu dan masa kini Bintang tersebut.

Pada bab-bab awal, keningku cukup berkerut bertanya siapakah Bintang. Aku sempat berpikir kalau Bintang adalah lelaki, but then I realized kalau Bintang adalah seorang perempuan. Mengapa identitas Bintang begitu penting untuk dipertanyakan diawal cerita? Gak lain dan gak bukan karena kisah cinta Bintang semasa SMA bisa dibilang sebagai kisah cinta terlarang. Saat SMA, Bintang menjalin hubungan diam-diam dengan Kaila, seorang gadis berponi pagar. Tapi kemudian hubungan itu terkuak, tak tahan cacian teman-teman sekolah, Kaila memutuskan untuk menjauhi Bintang dan akhirnya ‘pergi’ selamanya dari hidup Bintang.

Kisah ini menguatkan karakter Bintang yang tough, karena dia terus melanjutkan hidupnya dan tak peduli omongan orang-orang disekitarnya. Daniel, seorang sahabat yang pengertian kepada Bintang, pun memberi nasihat agar Bintang berubah dan mencintai laki-laki agar tak perlu sembunyi untuk mencintai seseorang.

Bintang perlahan membuka hatinya saat ia kuliah di Jakarta. Pertemuan pertama yang tidak menyenangkan, begitulah kesan pertemuan Bintang dan Noval diawal kuliah. Saat acara kemping, Bintang yang kesal tak bisa mendirikan tenda, mengambil lumpur dan melemparkannya. Lumpur itu tak sengaja terkena wajah seorang laki-laki yang sedang memegang gitar, Noval. Setahun lebih Bintang selalu menghindar berpapasan karena merasa tidak enak dengan Noval. Namun Bintang juga gengsi untuk meminta maaf. Dan akhirnya kesempatan mempertemukan mereka dan keduanya berbaikan. Seiring dengan waktu dan kedekatan mereka, Noval dan Bintang berpacaran.

Dan para setan pun bernyanyi, hubungan pacaran mereka keluar batas, Noval menjadi makin posesif mulai melarang kegiatan Bintang yang Noval tidak sukai seperti pekerjaan Bintang sebagai pelayan, memakai rok dan kegiatan klub renang Bintang. Selain itu Noval juga membatasi pertemanan Bintang, karena ia terlalu cemburuan melihat Bintang berteman dengan lelaki atau menghabiskan waktu selain dengan dirinya. Noval juga bisa berubah keras ketika keinginannya tak diikuti oleh Bintang.

Dewa, sahabat Bintang, menyadarkan kesalahan yang ada di dalam hubungan pacaran Bintang dan Noval. Sehingga Bintang kemudian mengakhiri hubungannya dengan Noval karena tak ingin kembali melakukan dosa yang lebih banyak lagi. Tak ada kata terlambat untuk melanjutkan hidup, bukan?

Namun kehadiran Noval dalam hidup Bintang belum selesai. Sesaat sebelum Bintang berangkat ke Amerika selama 2 tahun untuk melanjutkan studi S2-nya, Noval melamar Bintang. Dan.. after all of the things that he done to her, Bintang tetap menerima dan memaafkan Noval *sigh~

What goes around comes around, karena hubungan pacaran mereka saat kuliah yang kelewat batas, Bintang yang panik menuruti keinginan Noval untuk menggugurkan kandungannya dan sekarang rahim Bintang harus diangkat karena terkena infeksi. Bintang kembali sadar dan teringat kekerasan Noval, ia memutuskan pertunangan mereka dengan berpura-pura selingkuh dengan Daniel.

Kisah cinta Bintang memang rumit dan tak biasa, mungkin banyak pembaca yang gemas kenapa Bintang begitu nerima perlakuan kasar Noval, well begitulah yang terjadi ketika kita dibodohi cinta. Lupa kalau ada banyak orang diluar sana yang lebih baik dari dia. Bahkan buku ini ditutup dengan kehadiran Noval (lagi!) yang menemui Bintang ditempat kerjanya, padahal Bintang sudah move-on and have a new life. Btw endingnya gantung sih, kita sebagai pembaca gak tahu apakah Bintang luluh lagi sama Noval atau menolak Noval.
Huahh, complicated love!

Jujur, aku suka dengan buku ini. Isi cerita yang penuh dengan konflik dan tema cinta yang gak biasa dituliskan dengan bahasa yang sederhana dan indah oleh Wulan Dewatra, penulisnya. Nice debut, pantas jika ia dinobatkan sebagai juara pertama 🙂

Bacaan Mei

Bulan Mei kemarin, semangat membacaku agak menurun 😥 faktor utamanya sih karena lagi banyak pikiran yang bikin aku gak bisa fokus dan kekurangan waktu karena sibuk.

Alhasil cuma baca 10 judul buku. Banyak? Errgh 6 buku diantaranya adalah komik. Hehe.

image

Komik Asari-chan diterbitkan lagi! Bukan diterbitkan ulang sih, karena ceritanya berbeda dengan komik Asari-Chan yang aku miliki waktu SD dulu. Komik Asari-Chan sekarang tampaknya adalah lanjutan dari Asari-Chan dahulu, walaupun di sampulnya dimulai kembali dengan volume 1. Tapi cerita dari komik Asari-Chan masih tetap selucu dulu, definitely one of my favourite!

Dan novel yang berkesan bulan ini adalah Rahim : Sebuah Dongeng Kehidupan karya Fahd Djibran, mengangkat tema tentang alam rahim, what a great story. Oh ya, novel ini telah diterbitkan ulang dengan judul Semesta Sebelum Dunia. I dont have that copy, masih ragu mau beli lagi atau gak, walaupun katanya ada penambahan tapi intinya sama kan? 🙂

Gadget’s Slave

Tahun berapa sekarang?
Ok, aku gak lagi amnesia sampai lupa tahun, we all now that we’re in 2013, arent we?

Buat kita yang berada di tahun 2013, bersyukurlah karena segala sesuatunya lebih mudah karena teknologi.
Pernah gak kamu bayangin betapa ribetnya kerja cuma pake mesin tik dan saling berkirim berita hanya lewat surat? Memakan waktu ya kan? Teknologi, for somehow reason memudahkan kita melakukan pekerjaan.

But dont you realize kalo sekarang orang-orang malah gak bisa dilepaskan dari teknologi. In this case, aku mengatakan soal penggunaan gadget dan internet. Yup, masih ingat istilah ‘mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat’? Inilah yang terjadi disekitar kita sekarang.

I dont know what those people really want to impress dan kepengen eksis sampe they cant get they thumbs and eyes from that screen. Media sosial sebenarnya gak jelek-jelek amat sih, kita bisa keep in touch dan kenal orang-orang baru, tapi bukan berarti kita lupa diri dan melupakan our real life kan?

Coba deh kamu perhatiin disekitar kamu, ada berapa banyak orang sih yang menenteng gadgetnya kemana-mana?

image

Whoaa everywhere! Bahkan anak kecil pun punya gadgetnya sendiri, can u imagine?

image

Jujur, aku paling sebel kalo lagi kumpul-kumpul bareng temen dan ada yang sibuk dengan gadgetnya sendiri. I mean, u hangout with us, right? Not with your gadget? I know banyak dari kita menggunakan gadget buat menghilangkan bosan, tapi jangan stuck with ur gadget everytime. Karena itu menyebalkan dan gak sopan 🙂

Karena pemakaia gadget yang berlebihan, kita juga kenal fenomena baru ‘insomnia’ aka begadangan, dulu orang mengidap insomnia karena ada gangguan didalam tubuh seperti masalah yang berat san mengganggu pikiran, tapi sekarang orang-orang kena insomnia karena mereka kelupaan waktu gegara gaming, chatting and browsing till the sun comes out in the morning. Makin banyak kalong!

Jadi jangan bilang kamu susah tidur, coba deh kamu matiin gadget kamu pas malam, masukin lemari kalo perlu. Dan semoga kamu bisa tidur lebih nyenyak!

Don’t be a gadget’s slave, ya!

Tentang Almira

Musik dan lirik terkadang membuat kita melayang dan terhempas kembali ke masa lalu. Entah itu masa lalu yang menyenangkan atau menyedihkan, merupakan kenangan yang tersimpan dalam memori pikiran kita.

Dan lagu ini That Should be Me dari Justin Bieber, iya penyanyi muda populer itu, seakan menyindirku. Jleb! Right to my heart, right to my head.

Everybody’s laughing in my mind
Rumors spreading about this other guy
Do you do what you did what you did with me
Does he love you the way I can
Did you forget all the plans that you made with me
Cause baby I didn’t

This song bring me back to you, Almira. Gadis yang memikat hatiku, memenjarakan hatiku. Selalu tentang kamu.

Almira, apa yang kau lakukan dengan hatiku? Kamu membuatku terbang tinggi dengan kehadiranmu disisiku dan memberiku harapan masa depan. Tapi apa yang kamu lakukan Almira? Kenapa kamu mencabik-cabik hatiku karena aku mencintaimu? Karena kamu tahu, aku tak akan meninggalkanmu?

Aku tak tahu, apakah aku atau kamu yang bodoh, Almira? Berulang kali kamu mengkhianati ketulusan cintaku, berulang kali aku memaafkanmu dan tetap utuh mencintaimu. Waktu, perhatian, sayang kuberikan tulus untukmu. Aku tak tahu, cinta memang bisa membuat kita jadi bodoh, begitu mereka bilang. Tapi, aku gak bodoh, aku hanya mabuk. Mabuk kamu, kecanduan kamu.

Apa yang gak aku lakukan untukmu, Almira? Sejauh apapun jarakku denganmu, aku berusaha langsung ada untukmu ketika kamu bilang kamu membutuhkanku atau kamu sedang sedih disana. Aku berusaha selalu menjadi orang yang bisa kamu andalkan. Dan ketika aku membuat keputusan berat dengan meninggalkan karierku di pulau seberang, orangtuaku tentu tak menyetujuinya, tetapi itu keputusanku untuk mengejar kebahagianku yang lain, bukan berupa materi, aku mengejar kebahagiaanku untuk ada disisimu.

Sejak itu kita tak terpisahkan. Ingatkah kau Almira, saat-saat kita bersama? Setiap hari dan setiap detik aku habiskan bersamamu, itu adalah masa-masa paling indah dan tak terlupakan dalam hidupku.

Cinta, ah memang membutakan dan menulikan. Karena cinta, aku melupakan satu fakta lain, bahwa kamu sudah punya pacar. Dan kamu belum memutuskannya bahkan saat kamu bersamaku. Tapi apakah aku mempedulikannya? Aku memikirkannya, karena aku tak ingin kamu menduakan cintaku. Kamu berjanji memutuskannya dan kamu penuhi janjimu. Tapi yang aku tak tahu, kamu masih diam-diam berhubungan dengannya. Masih menebar kata sayang kepadanya sementara dirimu, ada disamping aku. Sakit hatiku Almira, tapi aku melupakannya karena kita selalu bersama. Apa yang bisa salah ketika setiap harinya aku selalu membuktikan kesungguhan cintaku?

Satu tahun kita bersama, segalanya kulakukan untukmu, bahkan kita akan menikah, Almira. Tapi, menjelang pernikahan kita, kau meninggalkanku bersama dirinya. Pacar lamamu. Yang bahkan tak perlu berusaha untuk mendapatkanmu. Kau mencampakanku demi dirinya. Tapi apakah aku membencimu, Almira? Tidak Almira, aku terlalu mencintaimu sampai tak bisa membencimu. Aku bahkan terlalu ingin membuatmu bahagia, dan jika kebahagiaanmu bukan bersamaku, maka aku akan melepaskanmu..

“Aku akan selalu mencintaimu, Almira” aku memeluk Almira, rasanya aku tak ingin melepaskannya.
“Aku juga sayang sama kamu, Alvin.. kamu satu-satunya laki-laki yang mengerti aku..” kata Almira. “Haruskah kita berpisah vin?”
Aku menatap wanita yang aku sayangi itu, tentu saja jiwa dan hatiku tak mau melepas dia, aku yang paling menderita dengan perpisahan ini. Kuhembuskan napas dan dengan lirih kuberkata, “Mira, kamu tahu aku selalu sayang kamu, bahkan berulang kali kamu membuatku kecewa, tak berkurang sedikit pun sayangku? Tapi kita harus berpisah, Mira.. aku tak ingin ketika kita bersama kamu masih memikirkan dirinya.. biarlah diriku menyimpan rasa ini sendiri, aku tak ingin menjadi penghalang Mira”
Terlihat air mata perlahan jatuh dari mata bening Almira, aku mengusapnya dengan lembut, kukecup bibirnya dan ia membalas kecupanku, hangat dan dalam. Ah Mira, kenapa kau lakukan ini padaku?
“Alvin, aku tak ingin berpisah denganmu. Aku mencintaimu..”
Aku tertegun, kutatap matanya, ingin aku memaafkannya dan menarik kata-kataku, tapi Almiraku sayang, entah berapa kali kamu selalu menghancurkan pondasi cinta yang aku buat. Lalu aku menggeleng, “Sudah cukup Almira, jika masa depan membawa kita bersama lagi, aku tak akan menolaknya. Tapi sekarang, aku hanya ingin sendiri..”

Begitulah perpisahan terakhir kita.
Awalnya kau menganggapku bercanda bukan? Karena kamu menyangka aku tak akan bisa melepaskanmu dari sisiku? Memang Almira, aku melepaskan kamu karena aku ingin kamu mengejar kebahagiaanmu. Hatiku hancur berkeping-keping, kamu tahu? Tapi apa yang harus aku lakukan? Berusaha menggengammu erat agar kau tak pergi? Ibarat pasir, kamu perlahan-lahan menghilang dari tanganku. Aku mengalah Almira.

Dua tahun setelah kita berpisah, kamu pun menikah dengannya. Tapi bagian hatiku untuk Almira masih tersimpan utuh, aku tak bisa memaksa menghapusnya, bahkan sampai hari ini.

Kemarin tak sengaja aku melihatmu dan keluarga kecilmu dari kejauhan. Aku melihat kamu masih sama seperti Almira yang aku kenal dulu, aku merindukanmu Almira, tapi cukup cerita kita, aku sudah cukup bahagia melihat senyumanmu..

Terkadang bila malam datang aku teringat mimpi kita, alangkah menyenangkannya bisa bersama-sama dan menatap wajah sikecil kita yang sedang tertidur atau menemaninya berceloteh tapi semua hanya mimpi.

Haruskah cinta selalu memiliki? Kurasa pengalaman itulah yang kudapat bersamamu Almira. Sekarang aku masih sendiri, berusaha melanjutkan hidupku, aku menyerah kepada cinta, biarlah semesta membawa seseorang yang dengan tulus mencintaiku. Kurasa aku akan menunggumu, wahai kamu, sang pemilik hatiku kelak.

Untuk anakku.

Ini adalah kutipan tulisan dari salah satu penulis kesukaanku, Fahd Djibran dalam bukunya Perjalanan Rasa. Ia menulis kata-kata ini untuk anaknya, Falsafa Kalky Pahdepie. Karena tulisannya sangat bagus dan mengena maka tulisan ini juga aku tujukan untuk anakku, Hafeyza Alvaro Lakendra.

**

Pada saatnya kau akan tumbuh dewasa-
Saat pagi tak selamanya seindah puisi dan malam menerormu dengan ketakutan atau kegelisahan-kegelisahan

Jika saat itu tiba, barangkali aku sudah tiada,
Sementara ibumu sudah terlalu tua sebagai tempat bertanya
: disanalah kau diuji untuk menjadi dirimu sendiri

Berjalanlah dalam kesabaran Ayub
Berjalanlah bersama keberanian Ibrahim
Bacalah semesta melalui kecerdasan Sulaiman
Taklukkan angkuh dunia dengan ketangguhan Musa
Himpunlah semua kebijaksanaan Yakub
Katakanlah kebenaran semerdu suara Daud
Kasihilah sesama penuh cinta Isa
Lalu masukilah kebeningan dirimu bersama ketakwaan Muhammad

Maka kemanapun kau menghadapkan wajahmu kau akan melihat wajah Tuhan, yang selalu bersamamu
Seperti laut melindungi terumbu

Pada saatnya kau akan tumbuh dewasa-
Saat aku hanya bisa menyelinap ke dalam mimpi-mimpimu
Menepuk pundakmu atau membisikkan doa-doa sederhana,
Tanpa suara : nak, semuanya akan baik-baik saja.

Cantik

Beberapa hari lalu adalah ulangtahunku yang ke 28. Which mean closer enough to say goodbye for my 20 something. Hwa!

Walau gak pintar dandan, aku sering memperhatikan tampilan diriku, dan dalam 2 tahun terakhir aku merasakan sedikit demi sedikit perubahan diwajahku. A little bit wrinkles here and there, yea walau baru garis tipis but i see it!
Panik? I dont know, tapi cukup membuatku searching produk anti-aging via internet, btw aku belum beli produk apapun. Bingung! Aku bahkan belum pernah perawatan ky facial and any other things!

Kegalauanku timbul karena aku takut keriput atau kendur di wajah bikin aku gak cantik lagi (memang sekarang iya? :p)

Wanita dan kecantikan memang gak bisa dipisahkan, sampai sekarang aku masih amazed dengan para wanita yang hobi banget kesalon sampai kuku segala di mani-pedi atau ribut mesti matching from head to toe. Yay!

Selalu tampil cantik adalah impian semua wanita. Kita paling gak pernah nanya ke pasangan kita ‘sayang, aku cantik gak hari ini?’ Hell yea, pertanyaan itu masuk top question yang saingan dengan pertanyaan ‘sayang, aku gemuk gak sih?’ Haha.
That’s our ego yang pengen terpuaskan dengan pujian, right? #eh

Cantik, apa sih cantik itu?

Berdasarkan Kamus Bahasa Indonesia Cantik adalah 1 elok; molek; tentang wajah; 2 indah dibentuk dan buatannya

Nah, dari definisi tersebut, cantik.. apakah hanya berhubungan dengan fisik? Tapi cantik gak selalu mesti putih, langsing, mulus dan rambut lurus kan? Ok, if u have it all then u must be one of lucky woman tapi kalo gak? Haruskah kita permak diri kita sampai jadi cantik yang katanya sesuai standar? Hmm..
Apalagi kalo makin berumur, seperti yang mulai aku rasakan, haruskah melakukan hal-hal ekstrem agar tetap cantik?

Kamu bisa lihat sendiri, betapa orang Korea yang tergila-gila dengan operasi plastik untuk memperbaiki penampilan. In this case, I dont think I can afford that, jadi yang pasti sih aku gak bakal ikut-ikutan *ditimpuksandal

But there are still problems when we are becoming obssessed with beauty, contohnya kamu bisa baca di link 10 worst plastic surgery disasters . Well that fucked up!

Selain itu, lihat deh ke 20 kontestan Miss Korea 2013 ini, they are different but similar! Gak ada khasnya!

image

What a madness! Don’t lose our minds when we’re trying to “get all pretty” right? I’m telling u! I know ga semua wanita obssessed with beauty, tapi aku juga tahu as one of woman here, we are at least have a certain degree care dan pengen jadi cantik.

But like Einstein said, cantik juga relatif kok. Satu yang juga harus diingat ketika pengen selalu tampil cantik adalah inner beauty! Iya, yang satu itu gak bisa dilupain begitu aja. Kita juga harus mengoptimalkan potensi dalam diri kita dan menjadi pribadi yang menyenangkan. Itu kecantikan sejati yang gak akan pudar, bahkan dari keriput :))

Love ourself and have that spark!