Book Review : My Sister’s Keeper – Jodi Picoult

Akhirnya berjodoh juga dengan buku ini di Pesta Buku Gramedia bulan Juni 2013 ini. Diskon 40% pula, what a treasure. Yeay!

Sudah lama kucari buku My Sister’s Keeper karya Jodi Picoult ini, maka ketika mataku beradu pandang dengannya, lekas-lekas kubawa pulang dan kudalami kisahnya dengan hati yang berbunga.

Tapi hati berbungaku terasa disirami hujan ketika membaca buku ini, basaah hiks, this is a very sad story~

image

Judul  : My Sister’s Keeper – Penyelamat Kakakku
Pengarang : Jodi Picoult
Penerbit  : Gramedia
Tebal  : 523 halaman
Cetakan kedelapan, Oktober 2010

Bercerita tentang tokoh utama novel ini yang bernama Anna Fitzgerald. Anna sengaja dibuat melalui program bayi tabung oleh orang tuanya. Latar belakang  mengapa orangtua Anna memutuskan untuk memiliki anak dari program bayi tabung adalah untuk Kate, putri mereka  yang menderita penyakit leukimia tipe APL (salah satu yang mematikan dan bisa memicu terjadinya komplikasi dengan penyakit lain, atau masalah dengan organ-organ tubuh yang penting). Dengan bantuan teknologi medis, Anna dibuat dengan rekayasa genetik sedemikian rupa sehingga nantinya akan memiliki kecocokan struktur sumsum tulang belakang yang nyaris serupa dengan kakaknya.

Agar Kate bisa terus hiduplah Anna dilahirkan kedunia, Anna dirancang menjadi donor seumur hidup untuk Kate. Bahkan beberapa jam setelah lahir, Anna sudah menyumbangkan sel darah tali pusat untuk kakaknya, Kate. Kemudian Anna juga menjalani puluhan operasi, transfusi darah, dan suntikan untuk Kate. Dan ketika Kate didiagnosa gagal ginjal, Ibu meminta Anna menyumbangkan ginjalnya untuk Kate yang nyaris sekarat.

Hidup Anna adalah untuk Kate. Anna tak bisa menjalani hidupnya sendiri! Orangtuanya mengabaikan perasaan dan hak hidup Anna. Terlebih saat Anna beranjak remaja, timbul keinginan Anna untuk memiliki kebebasan dan hak atas tubuhnya sendiri. Ia ingin melanjutkan hidupnya sebagai manusia. Tidak hanya menjadi penyuplai kehidupan kakaknya!

Anna lalu membuat keputusan besar yang menimbulkan perpecahan dalam keluarganya. Bersama pengacara bernama Campbell Alexander, Anna menuntut kedua orangtuanya karena telah memanfaatkan hidupnya untuk keperluan donor.
Di pengadilan, Anna menjelaskan semuanya beserta bukti keterangan rumah sakit tentang keterangan donor yang telah dilakukannya untuk Kate, kakaknya. Hakim pun memutuskan Anna memenangkan penggugatan tersebut , akhirnya Anna memperoleh hak atas tubuhnya sendiri!

Tapi apa yang terjadi setelah kemenangan Anna ini? Apakah Anna akhirnya bahagia? Bagaimana dengan hidup Kate tanpa donor dari Anna? Bagaimana perasaan orangtua Anna dan Kate?

I am telling u, kita akan menemui ending yang menyedihkan, tragis, heart-breaking. Lebih baik kamu baca bukunya, ya 🙂

Selain kisah mengenai Anna, Kate dan keluarganya, penulis menyuguhkan kita   mengenai kesehatan, hukum, astronomi, sampai filosopi tentang api yang dituliskan dengan cerdas dan mudah dimengerti.

Dalam penulisan cerita, buku ini ditulis dengan sudut pandang tokoh yang bervariasi. Meskipun begitu, membaca buku ini tidak membingungkan kita sebagai pembacanya, malah membuka cara pikir kita akan sudut pandang orang lain.
Buku ini mengajarkan kita artinya orangtua yang baik, saudara yang baik dan orang yang baik. Bagaimana keputusan dibuat dan berpengaruh kepada hidup orang lain.

Oh ya, novel ini juga telah difilmkan pada tahun 2009, diperankan antara lain oleh Cameron Diaz dan Sofia Vassilieva.

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s